Ketua Umum Prabu Satu Nasional Soroti Lambannya Penanganan Laporan Terhadap Pj Bupati Kampar oleh KPK

- Editor

Rabu, 23 Juli 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis Publik | Jakarta, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Prabu Satu Nasional, Teungku Muhammad Raju,
angkat bicara terkait lambannya penanganan laporan masyarakat terhadap Penjabat (Pj) Bupati Kampar, Hambali, yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak satu tahun yang lalu.

Dalam pernyataan resminya, Teungku Muhammad Raju menegaskan pentingnya KPK untuk menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan kecepatan dalam menangani setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi yang masuk.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya kejelasan atas laporan yang telah disampaikan sejak tahun lalu. Keterlambatan ini bisa menimbulkan preseden buruk dan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap proses hukum,” ujar Teungku Muhammad Raju.

Ia juga menegaskan bahwa Prabu Satu Nasional mendukung penuh langkah masyarakat yang proaktif dalam melaporkan dugaan penyimpangan pejabat publik, sebagai bagian dari kontrol sosial dan upaya menjaga integritas pemerintahan.

“KPK harus menunjukkan independensinya. Jika ada laporan valid dari masyarakat, maka KPK wajib memberikan penjelasan dan progres, bukan membiarkannya mengendap tanpa kepastian,” tambahnya.

Teungku Muhammad Raju juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya media dan organisasi masyarakat sipil, untuk terus mengawal kasus ini dengan obyektivitas dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Kami tidak menghakimi siapa pun, tapi kami mendesak adanya kejelasan hukum. Proses harus transparan dan tidak tebang pilih,” tegas Ketua Umum Prabu Satu Nasional itu.

Sebagaimana diketahui, laporan terhadap Pj Bupati Kampar, Hambali, dilayangkan oleh Masyarakat Anti KKN Indonesia (Makin) sejak tahun 2024 lalu, namun hingga kini belum ada perkembangan berarti dari pihak KPK.(Rapel/tim)

Berita Terkait

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T
Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027
LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII
Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”
Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur
Rupiah Anjlok Rp17.300 per Dolar, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?
Tingkatkan Mutu MBG, BGN Setop Sementara 1.780 SPPG Belum Penuhi Standar Higiene

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:36 WIB

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:14 WIB

Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:27 WIB

LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:39 WIB

Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”

Kamis, 30 April 2026 - 09:23 WIB

Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur

Berita Terbaru