Rakyat Butuh Data, Website Desa Bojonegoro Hanya Pajangan

Jumat, 22 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro, Rilis Publik – Meski Pemkab Bojonegoro menggelontorkan anggaran besar untuk website desa sebagai sarana transparansi publik, nyatanya sebagian besar situs hanya berisi menu kosong tanpa konten berarti.

Website desa yang dikenal dengan platform SIAPDESA sejatinya dirancang untuk menghadirkan informasi yang mudah diakses publik. Mulai dari profil desa, visi misi, potensi wilayah, laporan pembangunan, hingga realisasi penggunaan anggaran. Sayangnya, fungsi itu tak berjalan sebagaimana mestinya.

Hasil penelusuran di sejumlah desa menunjukkan kondisi memprihatinkan. Banyak website yang hanya menampilkan tampilan awal tanpa isi, menu yang tak berfungsi, bahkan beberapa alamat situs tidak bisa diakses sama sekali. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: untuk apa anggaran disalurkan jika manfaatnya tidak dirasakan masyarakat?

Setiap tahun, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk, pemeliharaan, serta operasional pengelola website desa. Dengan jumlah desa mencapai 419, jika rata-rata masing-masing desa menerima belasan hingga puluhan juta rupiah, maka total anggaran bisa mencapai miliaran rupiah per tahun. Ironisnya, transparansi yang dijanjikan justru tidak hadir.

“Website desa seharusnya bisa jadi sarana kontrol publik. Tapi kalau hanya jadi pajangan tanpa isi, jelas itu pemborosan,” tegas seorang pegiat kebijakan publik di Bojonegoro.

Meski demikian, ada beberapa desa yang berhasil mengelola website mereka secara baik. Desa-desa ini rutin memperbarui konten, menyajikan laporan pembangunan, hingga mempublikasikan kegiatan masyarakat. Fakta ini membuktikan bahwa masalah bukan pada teknis, melainkan pada komitmen pemerintah desa dalam mengelola media informasi.

Minimnya monitoring dari Pemkab Bojonegoro semakin memperparah kondisi. Tanpa evaluasi, tanpa insentif, dan tanpa sanksi tegas, program website desa berisiko menjadi proyek mati suri yang hanya menghabiskan anggaran tanpa menghadirkan manfaat konkret bagi publik.

Kini, masyarakat Bojonegoro menunggu langkah nyata pemerintah. Transparansi informasi tak boleh hanya berhenti di slogan digital. Jika website desa terus dibiarkan kosong, maka hak rakyat untuk mengetahui jalannya pemerintahan desa hanya akan tinggal mimpi.

[Red.. ]

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru

Bandarlampung

Kemah Bhakti Satya Linmas Kota Bandarlampung Resmi Ditutup

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:03