BOJONEGORO,RilisPublik
Pemkab Bojonegoro sedang menyiapkan acara budaya untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru di berbagai tempat wisata dan kecamatan, namun beberapa pihak menganggap acara ini tidak sensitif dan tidak tepat karena ada bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera.
Sudarnanto, Dewan Pakar Kebijakan Publik Teras Center Nusantara, menyarankan agar Pemkab Bojonegoro mempertimbangkan untuk menunda atau mengubah konsep acara tersebut menjadi lebih bermanfaat dan mendukung korban bencana. Ia mengusulkan agar acara diganti dengan Dzikir dan Do’a bersama untuk mendoakan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera yang sedang tertimpa bencana.
“Jangan sampai kegiatan ini mengakibatkan Kabupaten Bojonegoro masuk dalam kategori Kabupaten yang bergembira disaat Aceh dan Sumatera sedang berduka,” katanya
Acara budaya yang semula dijadwalkan pada tanggal 25, 27, 28, dan 31 Desember 2025 dapat diadakan di lain waktu, karena masyarakat telah puas dengan hiburan yang telah diadakan sebelumnya. Pemkab Bojonegoro harus lebih bijak dalam memilih kegiatan di tengah bencana dan memprioritaskan kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.
“Seharusnya Pemkab Bojonegoro memilih kegiatan Dzikir dan do’a bersama, ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Mari kita semua bersatu dan mendoakan mereka dengan tulus dan ikhlas.”pungkasnya









