BAGAN SINEMBAH, RILIS PUBLIK – Keluhan masyarakat terkait semrawutnya antrean kendaraan di SPBU Bagan Sinembah tampaknya belum mendapat respons serius dari pihak pengelola. Saat dikonfirmasi langsung di lokasi, petugas SPBU justru memberikan jawaban acuh tak acuh dan terkesan menutup-nutupi masalah mendasar yang sedang terjadi.
Ketika ditanya mengenai alasan mengapa truk-truk berbadan besar dibiarkan menumpuk di dalam ruang pengisian hingga meluber puluhan meter ke bahu jalan, petugas di lapangan hanya menjawab singkat tanpa beban.
“Saya tidak tahu,” ujar salah seorang petugas sembari terus melayani pengisian BBM.
Lebih lanjut, saat dipertanyakan apakah ada kendala operasional atau keterlambatan pasokan yang menjadi pemicu kemacetan parah ini, pihak petugas kembali mengelak. Mereka bersikeras menegaskan bahwa sama sekali tidak ada kendala teknis maupun suplai di SPBU tersebut.
Jawaban sepihak dan dingin tersebut langsung memicu kekecewaan berat, terutama bagi warga sekitar dan pengguna jalan yang setiap hari dirugikan. Pasalnya, penumpukan truk tidak hanya mematikan akses ekonomi toko-toko di sekitar SPBU, tetapi juga memicu polusi asap yang pekat, kebisingan, serta meningkatkan risiko kecelakaan fatal akibat bahu jalan yang habis terpakai untuk parkir liar kendaraan antre.
Warga menilai, jika memang benar “tidak ada kendala” pasokan seperti yang diklaim petugas, maka kekacauan antrean ini kuat dugaan dipicu oleh buruknya manajemen pengaturan kendaraan, atau adanya pembiaran sistematis terhadap aktivitas pengisian dalam jumlah tidak wajar.










