ROKAN HILIR, Rilis Publik– Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC F.SPPP SPSI) Kabupaten Rokan Hilir secara resmi menyerukan penguatan konsolidasi ke seluruh Pengurus Unit Kerja (PUK) di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil guna memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak-hak normatif para buruh perkebunan kelapa sawit berjalan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Dalam agenda pertemuan yang digelar di Lesehan Dahlia KM 18 Balam, Ketua PC F.SPPP SPSI Rokan Hilir, Samsul Tamrin Oppu Sunggu, menegaskan bahwa sektor perkebunan merupakan urat nadi perekonomian Rokan Hilir. Oleh sebab itu, kesejahteraan para pekerja wajib menjadi prioritas utama.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran PUK, termasuk yang berada di sektor-sektor perkebunan strategis, untuk aktif membangun dialog bipartit yang sehat dengan pihak manajemen perusahaan. PC F.SPPP SPSI Rohil siap mengawal langsung jika ada hak buruh yang diabaikan,” ujar Samsul Tamrin dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, Samsul memaparkan tiga poin besar yang kini menjadi fokus utama PC F.SPPP SPSI Rokan Hilir:
-
Kepastian Hak Normatif: Mengawasi secara ketat implementasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rokan Hilir, pemenuhan hak BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta kelayakan bonus atau lembur bagi buruh harian lepas maupun karyawan tetap.
-
Kemitraan yang Setara: Mendorong perusahaan-perusahaan kelapa sawit di Rohil agar tidak antipati terhadap keberadaan serikat pekerja. Sebaliknya, serikat pekerja harus dijadikan mitra strategis untuk merumuskan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang adil.
-
Kondisi Kerja Layak dan Aman: Memastikan kepatuhan total terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perkebunan demi meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Di akhir penyampaiannya, Ketua PC F.SPPP SPSI Rohil tersebut juga mengingatkan agar seluruh kader dan anggota tetap menjaga kondusivitas wilayah serta selalu mengutamakan musyawarah dalam mencapai solusi terbaik.
“Tujuan kita jelas: buruh sejahtera dan iklim investasi perkebunan di Rokan Hilir tetap tumbuh positif,” pungkas Samsul.










