ROKAN HILIR, Rilis Publik – Jembatan Merah Putih yang terletak di Desa Pematang Damar, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menjadi urat nadi penting bagi mobilitas warga setempat. Namun di balik fungsinya yang vital, tersimpan perjuangan dan keluh kesah warga yang selama ini merawat serta mengelola jembatan darurat tersebut secara swadaya.
Seorang warga berinisial IP yang telah mengelola dan menjaga jembatan ini selama empat setengah tahun, membagikan kisahnya kepada awak media. Untuk menutup biaya perawatan, pihak pengelola memberlakukan pungutan sukarela bagi kendaraan roda empat yang melintas.
“Setiap kendaraan pribadi maupun mobil pick-up yang lewat dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per unit,” ujar IP saat ditemui di lokasi.
Selama hampir lima tahun menjaga jembatan, IP mengaku menghadapi berbagai rintangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah tekanan dari sejumlah oknum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang kerap datang meminta bagian dari hasil pungutan tersebut. Meski demikian, ia tetap bersikap tegas agar dana yang terkumpul tetap digunakan untuk perawatan berkala jembatan.
“Banyak kendala yang kami temui. Berbagai elemen Ormas sering meminta jatah, namun kami selalu bersikeras menolaknya semata-mata demi kelangsungan jembatan ini,” tegas IP.
Ketika ditanya mengenai sikapnya jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir nantinya membangun jembatan secara permanen—yang otomatis menghentikan pungutan sukarela yang selama ini menjadi sumber biaya perawatan—IP memberikan tanggapan yang tulus dan lega.
Ia menegaskan tidak akan merasa rugi meski pendapatan harian tersebut hilang. Sebaliknya, pihaknya justru sangat mendukung dan berharap pemerintah daerah segera mengambil alih pembangunan infrastruktur vital ini.
“Kami justru lebih bersemangat jika jembatan ini nantinya dibangun secara resmi oleh Pemkab Rokan Hilir. Kehadiran jembatan permanen pasti akan memajukan wilayah ini. Perekonomian warga sekitar akan jauh lebih stabil karena tidak ada lagi batasan muatan atau jenis kendaraan yang boleh melintas,” ungkap IP dengan penuh harap.
Lebih lanjut, IP menjelaskan bahwa jembatan ini masuk dalam alokasi pembangunan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Rokan Hilir. Kini warga menaruh harapan besar agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan yang kokoh, demi kelancaran akses transportasi dan perputaran roda perekonomian antar-desa tanpa hambatan.
(Tim Redaksi)











