Aktivis PB HMI Bongkar Dugaan Permainan P3-TGAI Kabupaten Bone

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, Rilis Publik —Aktivis PB HMI, Pahrian. menyoroti pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bone.

 

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 196 titik lokasi P3-TGAI tahun anggaran 2026 di Kabupaten Bone. informasi yang diperoleh setiap titik memperoleh alokasi sebesar Rp195 juta, secara keseluruhan program tersebut mencapai 196 titik × Rp195.000.000. Dengan demikian, total nilai kegiatan diperkirakan mencapai Rp38,22 miliar.

 

Nilai tersebut bukan angka kecil. Karena bersumber dari anggaran negara, PB HMI menilai pelaksanaannya harus terbuka, akuntabel, tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan P3-TGAI.

 

Namun, berdasarkan penelusuran dan bukti lapangan yang telah dihimpun, Pahrian menemukan sejumlah fakta yang diduga tidak sesuai dengan prinsip pelaksanaan secara swakelola.

 

Salah satu persoalan utama adalah adanya dugaan bahwa pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) justru dikerjakan atau dikendalikan oleh pemborong maupun pihak ketiga.

 

Persoalan yang menjadi sorotan adalah mekanisme penguasaan dan penggunaan dana kegiatan. Pahrian menduga terdapat pola di mana pihak ketiga mengendalikan pembelian material dan pembayaran pekerjaan, sementara P3A tidak sepenuhnya menjalankan fungsi pengelolaan kegiatan, P3A digunakan para pemain hanya sebatas pemenuhan administrasi sampai tahap pencairan dana, setelah itu dana dikuasai oleh pihak ketiga.

 

“Kita berbicara tentang 196 titik dengan nilai yang jika dikalikan Rp195 juta mencapai Rp38,22 miliar. Ini uang negara dan programnya diperuntukkan bagi kepentingan petani. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi pihak yang tidak semestinya untuk mengendalikan kegiatan,” tegas Aktivis PB HMI.

 

AKTIVIS PB HMI KANTONGI BUKTI DAN SIAP GELAR AKSI

 

Aktivis PB HMI menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan sekadar berdasarkan asumsi.

 

Pihaknya mengaku telah mengumpulkan bukti dan dokumentasi lapangan yang akan digunakan untuk mendorong pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan pelaksanaan P3-TGAI.

 

“Kami memiliki bukti rekaman dan dokumentasi. Kami tidak akan berhenti pada pernyataan di media. Bukti tersebut akan kami bawa dalam langkah advokasi dan kami serahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk diperiksa secara objektif,” ujarnya.

 

Pahrian menyatakan akan melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kontrol sosial serta mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Bone.

 

Selain aksi, Pahrian juga akan melaporkan dugaan penyimpangan kepada pihak berwenang, termasuk lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum, dengan membawa bukti yang telah dihimpun.

 

DESAK PEMERIKSAAN 196 TITIK

 

Pahrian meminta agar pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap satu atau dua lokasi, tetapi dilakukan secara menyeluruh terhadap 196 titik P3-TGAI di Kabupaten Bone.

 

Pemeriksaan tersebut meliputi:

 

1. Kesesuaian pelaksanaan dengan mekanisme swakelola;

2. Peran dan kewenangan P3A;

3. pihak yang sebenarnya mengendalikan pekerjaan;

4. pengadaan dan sumber material;

5. Kesesuaian material dengan spesifikasi teknis;

5. kesesuaian volume pekerjaan dengan RAB;

6. Pengelolaan dan penggunaan dana;

7. Bukti transaksi serta pertanggungjawaban keuangan;

8. serta kesesuaian laporan kegiatan dengan kondisi fisik di lapangan.

 

“Kami meminta pihak terkait membuka seluruh proses pelaksanaan P3-TGAI secara transparan. Kalau memang semuanya sesuai aturan, silakan buktikan melalui dokumen dan pemeriksaan lapangan. Tetapi apabila ditemukan penyimpangan, harus ada pertanggungjawaban,” tegasnya.

 

PB HMI menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghakimi pihak tertentu sebelum proses pemeriksaan dilakukan. Namun, bukti yang telah dikumpulkan dinilai cukup untuk menjadi dasar dilakukannya investigasi dan audit terhadap pelaksanaan program.

 

“Kami siap turun ke jalan, kami siap melaporkan, dan kami siap menyerahkan bukti. Jangan sampai anggaran sekitar Rp38,22 miliar hanya menjadi angka di atas kertas, sement

Berita Terkait

Rakerda Golkar Bojonegoro Digelar, Aan Ainur Rofik Tekankan Lima Agenda Strategis: Kader Perempuan, Anak Muda hingga Saksi Pemilu
Tantangan Lahan Gambut, PT GMR Timbun Tanah Merah Jalur Batas KSO Agrinas – PT UTSROKAN HILIR
Jalur Dua Pasar Palakka Bone Berbenah, Wujud Perhatian Bupati Bone
Diduga Dipukul Berulang, PSN Desak Lapas Kedung Pane Buka Suara
Dugaan Pemukulan Siswa Oleh Pengurus Ponpes Baitus Salam Banyuwangi Berujung Laporan Polisi, Mediasi Dipersoalkan
Polres Bojonegoro Gercep Cek Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Kalicilik Sukosewu, Lapak Penimbunan Tak Ditemukan
Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan
Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:53

Aktivis PB HMI Bongkar Dugaan Permainan P3-TGAI Kabupaten Bone

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03

Rakerda Golkar Bojonegoro Digelar, Aan Ainur Rofik Tekankan Lima Agenda Strategis: Kader Perempuan, Anak Muda hingga Saksi Pemilu

Kamis, 10 September 2026 - 14:37

Tantangan Lahan Gambut, PT GMR Timbun Tanah Merah Jalur Batas KSO Agrinas – PT UTSROKAN HILIR

Rabu, 9 September 2026 - 09:05

Jalur Dua Pasar Palakka Bone Berbenah, Wujud Perhatian Bupati Bone

Selasa, 8 September 2026 - 13:19

Diduga Dipukul Berulang, PSN Desak Lapas Kedung Pane Buka Suara

Berita Terbaru

Ragam | Daerah

Aktivis PB HMI Bongkar Dugaan Permainan P3-TGAI Kabupaten Bone

Minggu, 13 Sep 2026 - 08:53