Rilis Publik– Manajemen PT Gunung Mas Raya (GMR) Sungai Rumbia Estate 2 terus berkomitmen menjaga kelancaran arus transportasi sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah operasionalnya. Langkah nyata dilakukan melalui penimbunan dan pengerasan berkala pada titik-titik jalan poros utama penghubung antar blok.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur produksi yang menjadi urat nadi angkutan ini memiliki tantangan tersendiri karena kondisi dasarnya yang masih berupa tanah gambut. Karakteristik tanah gambut yang lunak dan mudah bergeser saat musim hujan membuat jalan poros ini sangat rentan amblas jika dilewati kendaraan dengan muatan berat secara terus-menerus.
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihak perusahaan yang berada di bawah naungan PT Salim Ivomas Pratama Tbk melakukan pengerasan menggunakan material tanah merah berstruktur padat. Aktivitas penimbunan ini difokuskan pada area strategis kebun yang bersepadan langsung dengan areal eks-HGU PT Salim Ivomas Pratama Tbk (Kebun Rumbia 2). Areal perbatasan tersebut saat ini dikelola oleh PT Ujung Tanjung Sejahtera (UTS) melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Perawatan infrastruktur di atas lahan gambut ini menjadi prioritas utama manajemen kebun untuk mencegah hambatan logistik. Dengan penimbunan tanah merah yang merata, efisiensi waktu angkut Tandan Buah Segar (TBS) menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dapat tetap terjaga, sekaligus meminimalisir risiko truk amblas atau terbalik yang dapat merugikan operasional perusahaan maupun karyawan panen.
Hingga saat ini, proses perataan material di jalur penghubung antar-estate dan batas wilayah KSO Agrinas–PT UTS tersebut masih terus dioptimalkan agar dapat segera dilalui kendaraan angkutan dengan aman dan normal sepenuhnya.











