Bumi Wali di Ambang Kehancuran Karena Ulah Mafia Tambang

- Editor

Minggu, 8 Juni 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuban, Rilis Publik – Ramai beredar di portal media online tentang adanya mafia pertambangan yang mengeksplorasi Sumber Daya Alam yang diduga Ilegal di wilayah Desa Punggulrejo, Rengel, Tuban.

Minggu, 08/06/2025.

Hal ini sangatlah eronis kalau sampai benar benar terjadi dan pihak APH Tuban hanya diam,seolah olah tidak mengetahuinya.
Tambang yang diduga Ilegal tersebut jelasnya sangatlah menganggu ekosistim, pencemaran udara dan yang paling berbahaya adalah rawan terjadinya kecelakaan kerja.

Berdasarkan pantauan awak media dilokasi pertambangan, tambang yang diduga ilegal tersebut tergolong nekat, karena menurut beberapa sumber, tambang tersebut belum mengantongi izin lengkap, namun aktifitas dum truk pengangkut hasil tambang, ramai lalu lalang, seakan kebal hukum.

Menurut keterangan Roni(bukan nama sebenarnya) salah satu sopir dum truk yang dijumpai awak media mengatakan. Bahwa tambang galian C yang saat ini masih beroperasi di wilayah Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban diduga milik pengusaha bersaudara berinisial Sar dan Mun.

“Tambang disini ada dua lokasi, yang satu miliknya Sar yang dulu pernah adanya kejadian Excavator yang tertimbun pedel, mengakibatkan sopirnya meninggal dunia.Dan yang satunya milik saudaranya bernama Mun,coba tanya ceker yang ada disana setelah pintu masuk kanan jalan.” Ucap Roni sambil menunjuk lokasi ceker.

Selain itu, disebutkan dalam berita tersebut adanya kabar bahwa galian C yang diduga ilegal tersebut selain tidak dilengkapi dokumen lengkap juga pada saat mengoperasikan alat beratnya(Excavator) mengunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Bersubsidi.

Sementara itu, Mun pengelola galian C ketika dikonfirmasi pewarta terkait perihal diatas melaui pesan Id WhatsApp hingga berita ini dinaikkan belum menjawab, meskipun pesan sudah centang dua berwarna biru.

Publik bertanya tanya kenapa dua bersaudara tersebut leluasa menjalankan usaha pertambangan yang diduga Ilegal tersebut, seakan akan mereka kebal hukum.
[Team/Red]

 

Berita Terkait

Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga
Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun
Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal
Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani
Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan
STOP PERS | Reza Larasona – Kabiro OKU Timur
Sertifikat ‘Mak Jelas’ hingga Bertahun-tahun, BPN Lampung Selatan Bungkam!
“Kami Hanya Ingin Bekerja!” Investigasi di Wonocolo Ungkap Kemarahan Penambang atas Isu Setoran yang Dinilai Hancurkan Nafkah Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:37 WIB

Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal

Senin, 4 Mei 2026 - 19:08 WIB

Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WIB

Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Pemkab Lmapung Timur Gelar Rakor Bersama KPK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:47 WIB

Daerah | Lampung

Kejari Metro Eksekusi Barang Bukti Judi Online Rp 6 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:46 WIB