BOJONEGORO —Rilispublik | Sirkuit Bumi Kuthogoro di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi ruang adu kemampuan para peserta dalam ajang olahraga otomotif. Lintasan tanah dengan karakter menantang tersebut menjadi arena untuk menguji keberanian, keterampilan, sekaligus kemampuan peserta menjaga sportivitas selama perlombaan.
Perlombaan ini berlangsung di kawasan Sirkuit Bumi Kuthogoro Duwel-Kedungadem. Sejumlah fasilitas pendukung lintasan, termasuk pembatas dari karung pasir, terlihat disiapkan untuk menunjang jalannya aktivitas di arena. Pemerintah Kecamatan Kedungadem sendiri mencatat Desa Duwel sebagai salah satu wilayah yang aktif menggelar kegiatan masyarakat dan pembangunan desa.
Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Jawa Timur yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Mitroatin, mengatakan bahwa kegiatan olahraga semacam ini tidak semata-mata berkaitan dengan kecepatan atau persaingan untuk menjadi juara.
“Ini adalah ajang keberanian, ajang keterampilan dan sportivitas bagi para peserta. Yang terpenting bukan hanya bagaimana menjadi yang terbaik, tetapi bagaimana seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Mitroatin.
Menurutnya, keberadaan sirkuit dan kegiatan olahraga otomotif di tingkat daerah dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan yang terarah.
Ia juga menilai bahwa kompetisi olahraga membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, keterampilan dalam mengendalikan kendaraan, serta kedisiplinan untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia.
“Keberanian harus dibarengi keterampilan. Keterampilan juga harus disertai disiplin dan sportivitas. Karena dari situlah sebuah kompetisi olahraga memiliki nilai,” lanjutnya.
Ajang di Sirkuit Bumi Kuthogoro tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga otomotif tidak hanya menghadirkan tontonan dan kompetisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang mempertemukan peserta, komunitas, serta penonton dalam suasana kebersamaan.
Dengan karakter lintasan tanah yang menantang, setiap peserta dituntut mampu menguasai kendaraan sekaligus membaca kondisi lintasan. Karena itu, kemampuan teknis, konsentrasi dan keberanian menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap putaran perlombaan.
Bagi Mitroatin, semangat kompetisi tersebut perlu tetap ditempatkan dalam koridor olahraga yang sehat.
“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Tetapi keberanian untuk tampil, keterampilan untuk berkompetisi dan sportivitas untuk menerima hasil pertandingan adalah nilai yang jauh lebih penting,” pungkasnya.
Kegiatan di Sirkuit Bumi Kuthogoro Duwel-Kedungadem itu pun menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi wadah untuk membangun karakter, memperkuat kebersamaan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi di bidang otomotif.
(Red)











