Diduga Simpangkan Anggaran Oplah Saat Dikonfirmasi Daliman Berdalih

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah, Rilis Publik – Upaya Pemerintah dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui perbaikan tata air dan lahan atau yang dikenal dengan program OPLAH, merupakan langkah yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah, serta para petani. Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap tercapainya Swasembada Pangan Nasional.

Namun sangat disayangkan, program yang seharusnya membantu masyarakat ini diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraih keuntungan pribadi maupun kelompok.

Seperti yang terjadi di Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.
Menurut keterangannya, salah seorang petani berinisial JR, yang lahannya termasuk dalam program OPLAH, mengaku hanya menerima dana sebesar Rp 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah) per hektare, sementara total lahan miliknya yang terdampak program tersebut mencapai lima hektare.

Saat ditanya dari siapa dana tersebut diterima, JR menyebut nama DALIMAN.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Media dan Lembaga KPK mendatangi rumah DALIMAN yang berada di Dusun XII RT 001 RW 014 kampung setempat untuk melakukan konfirmasi. Namun setibanya di lokasi, rumah dalam keadaan tertutup dan tidak ada orang.

Kemudian tim mencoba menghubungi DALIMAN melalui sambungan WhatsApp. Saat dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan anggaran OPLAH, DALIMAN mengatakan:

> “Semua diberikan dana Rp 900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah). Kalau ada yang bilang cuma diberi Rp 700.000,-, temukan saya dengan orangnya. Jangan sepihak. Nanti petaninya kasih keterangan yang tidak bertanggung jawab.

Kemarin saya sudah diberitakan. Mungkin sampean ini orang yang ke seratus yang mau beritakan saya. Saya juga kemarin sudah dibacok orang-orang, dan kalau sekarang mau dibacok lagi saya siap. Kalau sampean mau menjatuhkan saya, saya pun bisa. Negara ini negara hukum.

Kalau berita sampean tidak benar, saya akan tuntut.

Saya juga sudah diperiksa Polres karena semua ada konsekuensinya. Kalau mau ketemu saya mungkin seminggu lagi saya di Karawang. Saya juga bukan PNS.”

 

Selanjutnya, Tim Media akan meminta tanggapan dari pihak terkait, dalam hal ini BPP setempat, serta meneruskan hal ini kepada Dinas Terkait, Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI.

Bersambung…

(Kairul Anam)

Berita Terkait

LSM LASKAR NKRI DPD Lampung Timur Resmi Daftarkan Organisasi ke Kesbangpol
Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda
Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya
Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:48

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 September 2026 - 10:00

Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Rabu, 23 September 2026 - 15:02

Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 

Berita Terbaru

Bandarlampung

Kemah Bhakti Satya Linmas Kota Bandarlampung Resmi Ditutup

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:03