Lampung Utara, Rilis Publik – Mulai dari pungutan uang seragam siswa sekolah 1,2 juta yang sempat molor begitu lama hingga pihak dinas pendidikan provinsi Lampung sempat menurunkan tim dan menegur keras prilaku kepala sekolah SMAN 3 Kotabumi Vivi Evita Rozalifa, kemudian uang Komite atau SPP serta realisasi dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang masih di telusuri, ahirnya kepsek tersebut di roling jauh dari Kotabumi.
Perolingan itu di rilis dinas pendidikan dan kebudayaan pemerintahan provinsi Lampung, nama Vivi Evita Rozalifa tertera di dalamnya. Selasa (14/04).
Sebelumnya Vivi, kepala sekolah kontroversial karena uang seragam sekolah yang sempat macet kemudian viral di media massa tersebut, kini mental jauh atau di pindahkan ke sekolah SMAN 1 Sungkai Utara.
Pemindahan kepala sekolah SMAN 3 Kotabumi tersebut kewilayah Sungkai, diduga buntut dari kinerja Vivi yang terindikasi mencoreng nama baik dinas pendidikan provinsi Lampung.
Dugaan itu menguat, lantaran soal seragam sekolah yang menjadi protes para orang tua siswa karena tidak kunjung di realisasikan setelah begitu lama. Sehingga Thomas Amirico kepala dinas pendidan provinsi, sempat menyebutkan masalah itu menjadi atensinya.
Kendati demikian, kinerja atas perealisasian anggaran di sekolah yang pernah dia pimpin Vivi, masih dalam investigasi.
Sementara, informasi dalam rilis pelantikan dari 51 kepala sekolah yang di lantik hari ini, belum tertera, siapa yang memimpin SMAN 3 Kotabumi tersebut menggantikan Vivi Evita Rozalifa.
(Andre)









