BOJONEGORO, RilisPublik – Puskesmas Kasiman terus memperluas upaya promotif dan preventif di sektor ketenagakerjaan melalui kegiatan Unit Kesehatan Kerja (UKK) dan skrining Tuberkulosis (TB) Paru. Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ialah UD Jati Mandiri Paving, sebagai bagian dari agenda pemeriksaan berkala yang dilakukan setiap satu bulan sekali.
Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja melalui deteksi dini penyakit tidak menular dan potensi penyakit menular di lingkungan kerja. Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi:
Pemeriksaan darah rutin
Cek kadar gula darah
Cek kolesterol
Cek asam urat
Skrining gejala Tuberkulosis paru
Kegiatan ini dinilai penting mengingat pekerja di sektor produksi memiliki risiko penyakit akibat pola kerja, paparan debu, kelelahan fisik, maupun gaya hidup yang kurang teratur.
Pemilik UD Jati Mandiri Paving Anis Mustofa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemeriksaan berkala tersebut.
“Kegiatan UKK ini sangat membantu karyawan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih awal. Deteksi dini menjadi penting agar karyawan tetap produktif dan terhindar dari penyakit berat. Kami berterima kasih kepada Puskesmas Kasiman atas kepeduliannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan rutin setiap bulan, skrining kesehatan kerja diharapkan dapat menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik, sekaligus mencegah penularan TB di lingkungan kerja—yang selama ini menjadi salah satu fokus Kementerian Kesehatan dalam pengendalian penyakit menular.
Pihak Puskesmas Kasiman menegaskan bahwa program UKK akan terus menyasar sentra-sentra industri rumah tangga, UMKM, dan lingkungan kerja lainnya di wilayah kecamatan. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi terkait pola hidup sehat, penggunaan alat pelindung diri, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
Dengan adanya kolaborasi fasilitas kesehatan dan pelaku usaha, pemerintah berharap peningkatan kesehatan pekerja dapat berbanding lurus dengan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
[Red/Ghozali Ahmad]









