LSM Sebut Penyimpangan Dana Desa Rambang Jaya Diduga Terjadi Sejak Awal Jabatan Kakam Ely

- Editor

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan – Rilis Publik – Polemik terkait penggunaan Dana Desa (DD) di Rambang Jaya, Kecamatan Blambangan Umpu, terus bergulir. Ketua LSM Elang Mata Emas, Sarnubi, menyatakan bahwa indikasi penyalahgunaan dana telah terjadi sejak awal Ely Sejahtera menjabat sebagai Kepala Kampung (Kakam), bukan hanya pada tahun 2023 seperti yang diklaim.

Pernyataan ini membantah klarifikasi Ely Sejahtera yang sebelumnya dimuat di media online. Ely menyatakan bahwa dirinya baru menjabat pada Juli 2023 dan hanya bertanggung jawab atas dua pos anggaran, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp111,6 juta untuk 31 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan pembangunan gapura perbatasan desa senilai Rp100,1 juta.

Sarnubi menegaskan bahwa penjelasan tersebut tidak menjawab inti permasalahan. Menurutnya, indikasi penyalahgunaan anggaran jauh lebih besar dan telah berlangsung lama.

“Data yang kami miliki menunjukkan banyak kejanggalan, bukan hanya di tahun 2023, tetapi sejak Ely Sejahtera menjabat dari periode pertamanya hingga sekarang. Ada kegiatan yang tercatat di laporan, tetapi tidak sesuai dengan realisasi di lapangan,” tegas Sarnubi pada Minggu (24/8/2025).

Sarnubi juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke Inspektorat Way Kanan adalah untuk meminta blangko resmi pengaduan, yang merupakan syarat administrasi sesuai dengan aturan Kementerian Dalam Negeri, bukan sekadar melapor secara lisan.

“Kami datang ke Inspektorat bukan untuk laporan lisan, tetapi untuk meminta formulir resmi sesuai aturan yang berlaku. InsyaAllah, semua data akan kami siapkan, bukan hanya terkait anggaran tahun 2023, tetapi juga dugaan penyimpangan penggunaan dana desa selama Ely menjabat sebagai Kakam, dari periode pertama hingga sekarang,” jelasnya.

LSM Elang Mata Emas menyoroti adanya kegiatan yang terus dianggarkan setiap tahun, namun manfaatnya tidak terlihat jelas bagi masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan gapura dan pemeliharaan monumen yang dianggarkan dengan nilai besar, namun realisasinya dipertanyakan.

Sarnubi memastikan bahwa pihaknya siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan tidak akan berhenti sampai dugaan penyimpangan Dana Desa Rambang Jaya benar-benar terungkap melalui audit yang menyeluruh.

“Kami tidak asal bicara. Semua temuan sudah kami catat dan siap diserahkan. Masyarakat berhak tahu kebenaran penggunaan Dana Desa ini. Kami berharap Inspektorat benar-benar turun untuk membuka semuanya,” pungkasnya.

*Rep”Dailami*

Berita Terkait

Polsek Abung Semuli Ungkap Kasus Curas, Pelaku Ditangkap di Lampung Tengah
Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Tiga Pria Diamankan di Abung Selatan
Pemkot Metro Sambut Kunjungan Survei KKDN Unhan RI
Perkuat Transparansi, Disdik Lampung Utara Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB 2026/2027
Sengketa Lahan Tubaba: Holdin Saleh Akan Laporkan Anggota DPRD ke Polisi dan MKD
Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Pawai TK Kemala Bhayangkari, Pastikan Lalu Lintas Aman dan Tertib
Wabup Tanggamus Lantik Pejabat Tinggi Pratama
Bupati Pesawaran Dorong Kesadaran Bayar PBB

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:55 WIB

Polsek Abung Semuli Ungkap Kasus Curas, Pelaku Ditangkap di Lampung Tengah

Rabu, 22 April 2026 - 10:55 WIB

Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Tiga Pria Diamankan di Abung Selatan

Rabu, 22 April 2026 - 10:53 WIB

Pemkot Metro Sambut Kunjungan Survei KKDN Unhan RI

Selasa, 21 April 2026 - 16:34 WIB

Sengketa Lahan Tubaba: Holdin Saleh Akan Laporkan Anggota DPRD ke Polisi dan MKD

Selasa, 21 April 2026 - 14:38 WIB

Satlantas Polres Lampung Utara Kawal Pawai TK Kemala Bhayangkari, Pastikan Lalu Lintas Aman dan Tertib

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Pemkot Metro Sambut Kunjungan Survei KKDN Unhan RI

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:53 WIB