BOJONEGORO//Rilispublik – Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat diwujudkan Universitas Bojonegoro (UNIGORO) melalui kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Desa Mojodeso. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari lima fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Teknik.
Kegiatan PKBM tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat membangun interaksi akademis dengan masyarakat sekaligus mendorong penguatan potensi desa melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mojodeso tersebut melibatkan mahasiswa lintas fakultas dengan berbagai latar belakang keilmuan. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran di kampus ke dalam konteks kehidupan masyarakat secara langsung.
Dari perspektif akademis, keterlibatan lintas disiplin dalam kegiatan pengabdian masyarakat memiliki nilai strategis karena persoalan di tingkat desa umumnya memiliki dimensi yang saling berkaitan, mulai dari aspek hukum, sosial, ekonomi, pertanian hingga teknologi dan pembangunan infrastruktur.
Kepala Desa Mojodeso, Warsiman, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bakti sosial yang dilakukan mahasiswa UNIGORO mencerminkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
> “Kami menyampaikan terima kasih bahwa bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian sosial dari para Mahasiswa Unigoro kepada Masyarakat Desa Mojodeso,” ujar Warsiman.
Menurut Warsiman, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat melalui kegiatan sosial, tetapi juga membuka ruang interaksi dan komunikasi antara masyarakat dengan lingkungan akademik.
Sementara itu, keterlibatan lima fakultas dalam PKBM UNIGORO menunjukkan pendekatan pengabdian yang bersifat multidisipliner. Fakultas Hukum dapat memberikan perspektif mengenai kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat, FISIP pada aspek sosial dan tata kelola masyarakat, Fakultas Ekonomi pada penguatan ekonomi, Fakultas Pertanian pada pengembangan sektor pertanian, sedangkan Fakultas Teknik dapat berkontribusi melalui pendekatan teknologi dan pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PKBM UNIGORO diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membangun hubungan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi akademik dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pengembangan potensi lokal secara partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan PKBM di Desa Mojodeso sekaligus memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempertemukan pengetahuan akademis dengan kebutuhan riil masyarakat. Dengan kolaborasi lintas bidang keilmuan, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis, sementara masyarakat mendapatkan tambahan wawasan, pendampingan, dan kontribusi sosial dari lingkungan perguruan tinggi.
(Red)











