Program Senam BMM Bojonegoro Minim Pedoman, Kapasitas Instruktur Dipertanyakan

- Editor

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro, RilisPublik.

Program Senam BMM yang berjalan di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro kini mendapat sorotan serius setelah hasil kajian Teras Center Nusantara mengungkap bahwa program ini masih belum memiliki pedoman gerakan resmi, standar instruktur, serta kerangka latihan terstruktur yang seharusnya menjadi dasar dalam pelaksanaan sebuah program olahraga publik.

 

Menurut Yossyan Fachrozi, S.Or, Kabid Pelatihan Teras Center Nusantara, senam bukan sekadar aktivitas fisik spontan, melainkan rangkaian gerak yang harus mengikuti prinsip teratur, terukur, serta disesuaikan dengan kemampuan peserta. Tanpa struktur tersebut, kegiatan olahraga justru dapat meningkatkan risiko cedera, menurunkan efektivitas latihan, dan gagal memberi manfaat kesehatan yang semestinya dicapai.

 

Yossyan menegaskan bahwa dalam literatur kesehatan, program olahraga yang ideal selalu mencakup pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan, disertai panduan intensitas mulai dari low, moderate, hingga high.

 

“Teknik yang salah, intensitas tidak sesuai, dan adaptasi tanpa panduan jelas dapat menimbulkan cedera dan menghambat hasil kebugaran, terutama bagi peserta pemula atau lansia,” ujarnya.

 

Temuan kajian juga sejalan dengan berbagai penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa program latihan yang terstruktur terbukti lebih efektif meningkatkan kebugaran jantung-paru, kekuatan otot, serta mengurangi risiko penyakit kronis, dibanding aktivitas fisik yang dilakukan secara acak atau tanpa pedoman.

 

Salah satu poin kritis dalam kajian ini adalah ketiadaan panduan gerakan resmi Senam BMM. Akibatnya, instruktur di lapangan menggunakan interpretasi masing-masing, sehingga menimbulkan beberapa dampak:

 

Kualitas gerakan tidak seragam antar-lokasi.

Peserta rentan melakukan teknik yang salah.

Evaluasi efektivitas program tidak dapat dilakukan secara ilmiah.

Legitimasi dan keberlanjutan program menjadi lemah.

 

Program publik seharusnya berjalan dengan standar yang jelas. Tanpa pedoman teknis, masyarakat justru ditempatkan pada aktivitas yang berpotensi berisiko dan tidak terukur.

 

Ketua Yayasan Teras Center Nusantara, Achmad Imam Fatoni, menegaskan pentingnya kompetensi instruktur sebagai ujung tombak keberhasilan program.

 

“Kita semua tahu siapa saja koordinator Senam BMM Bojonegoro. Kapasitas itu membangun kepercayaan, sementara amanah tanpa kapasitas hanya akan berujung pada kekecewaan,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program sebesar ini membutuhkan instruktur yang benar-benar menguasai teknik dasar, bukan sekadar pemandu yang bergerak berdasarkan pengalaman pribadi tanpa landasan keilmuan.

 

Berdasarkan hasil kajian, pihak penyelenggara dinilai perlu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas Program Senam BMM, antara lain:

 

Menyusun panduan gerakan resmi yang dapat diakses publik dan instruktur.

Melaksanakan pelatihan dan sertifikasi instruktur secara berkala.

Menstandarkan teknik, intensitas, dan durasi latihan pada setiap titik pelaksanaan.

Menerapkan sistem evaluasi terukur sebagai dasar penilaian efektivitas program.

Merancang struktur latihan yang aman, terutama bagi peserta usia dewasa dan lansia.

 

Program Senam BMM sebenarnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, namun tanpa standardisasi yang kuat, program ini berisiko berubah menjadi kegiatan seremonial yang tidak membawa manfaat signifikan.

 

“Program publik harus dibangun dengan kapasitas, bukan sekadar rutinitas. Senam BMM Bojonegoro membutuhkan pedoman resmi dan instruktur berkualitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, tanpa standar, tidak ada mutu, tanpa kapasitas, tidak ada kepercayaan” Pungkasnya

Berita Terkait

Ikuti Gerakan Tanam Serentak, Kapolsek Rambang Hadiri Penanaman Padi di Lahan CSR Sukarame
Sentuhan Kuning di Bumi Kedungadem,Kader Golkar Hadirkan Solusi Tani Mandiri, Bibit dan Pupuk Bisa Dibayar Pasca-Panen
Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga
Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun
Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal
Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani
Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan
STOP PERS | Reza Larasona – Kabiro OKU Timur

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:34 WIB

Ikuti Gerakan Tanam Serentak, Kapolsek Rambang Hadiri Penanaman Padi di Lahan CSR Sukarame

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:52 WIB

Sentuhan Kuning di Bumi Kedungadem,Kader Golkar Hadirkan Solusi Tani Mandiri, Bibit dan Pupuk Bisa Dibayar Pasca-Panen

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:37 WIB

Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Gembong Pungli Beraksi di Jalinsum, APH Polres Lampung Utara Kemana?

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:05 WIB

Daerah | Lampung

Pembagian Bantuan Pangan di Desa Tanjung Baru Berjalan Tertib dan Kondusif

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:01 WIB