Lampung Utara, Rilis Publik – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hidayatuth Tholibihin yang terletak di Karang Rejo II, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang hingga kini masih menjerit kekurangan fasilitas dasar. Berdiri sejak tahun 2008–2009, sekolah ini hingga tahun 2025 belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan dari Kementerian Agama.senin (24-21-2025)
Saat ini, MTs Hidayatuth Tholibin hanya memiliki 9 ruang belajar dan 1 ruang kantor, sehingga total bangunan yang tersedia hanya 10 ruang. Kondisi ini jauh dari memadai untuk menampung aktivitas belajar-mengajar, mengingat jumlah siswa mencapai 220 siswa.
Ironisnya, proses pendidikan di sekolah tersebut ditopang oleh 23 guru honorer dan 1 guru PNS, jadi total guru honorer dan PNS 24.
Guru PNS saja itu hasil batuan langsung dari Kemenag dengan kondisi sarana prasarana yang sangat terbatas. Banyak ruangan yang sudah tidak layak digunakan, sementara kebutuhan ruang belajar tambahan sudah sangat mendesak.
Pihak sekolah mengaku telah berupaya mengajukan proposal pembangunan berkali-kali, namun hingga kini belum ada realisasi. Kondisi ini membuat proses kegiatan belajar mengajar berjalan dengan berbagai keterbatasan, bahkan beberapa kelas harus bergantian memakai ruangan.
“Kami sudah berdiri sejak 2008–2009, tapi sampai 2025 ini belum pernah tersentuh bantuan Kemenag. Sementara jumlah siswa terus bertambah,” keluh Nasrudin selaku kepala sekolah
Tokoh masyarakat setempat berharap pemerintah, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, segera turun tangan melihat langsung kondisi madrasah tersebut. Mereka menilai pendidikan adalah fondasi utama pembangunan, sehingga kelalaian dalam penyediaan sarana prasarana akan berdampak panjang terhadap masa depan para pelajar.
KAPERWIL (Dailami)









