Teknologi Anak Bangsa: Hilirisasi Digital Dimulai dari Rakyat, Bukan Konglomerat

Sabtu, 19 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Rilis Publik – Di tengah seruan pemerintah untuk mendorong hilirisasi digital, seorang tokoh masyarakat dari Aceh, Teungku Muhammad Raju, berhasil memimpin inisiatif teknologi berbasis blockchain yang tidak hanya berskala nasional, tapi mulai merambah Asia dan global.

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam berbagai kesempatan kampanye menegaskan pentingnya hilirisasi digital agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi produsen teknologi digital, seperti blockchain, artificial intelligence, dan crypto. Namun realitanya, konsep ini masih sulit dipahami oleh banyak kalangan — terkecuali satu nama yang kini mulai diperhitungkan: Teungku Raju.

Melalui payung organisasi Prabu Satu Nasional, Teungku Raju bersama timnya berhasil membangun ekosistem digital terintegrasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

> “Kami tidak ingin hanya menjual mimpi. Kami membangun infrastruktur berbasis kebutuhan, token, dan fungsinya langsung bisa dipakai rakyat untuk belanja, kirim pesan, bahkan bayar listrik,” ungkap Teungku Raju.

 

Empat Token, Satu Visi: Teknologi untuk Rakyat

Ekosistem ini terdiri dari empat token utama:

1. PSNG Token
Digunakan untuk transaksi PPOB, pembelanjaan di psnstore.live, swap token, hingga saldo awal di DovaChat — aplikasi kirim pesan berbasis blockchain.

2. LUMA Token
Berperan sebagai gas fee di Lumadex.finance, DEX nasional buatan PT Asia Sistem Teknologi, tempat jual beli berbagai aset digital dengan transparansi blockchain.

3. BLC Token (Blocoin)
Dirancang seperti Bitcoin, dengan suplai terbatas 21 juta token. Bisa ditukar via BlocoinWallet.pro, melalui swap token PSNG mendidik masyarakat soal nilai kelangkaan dan adopsi dini serta memberi kesempatan kepada mereka yang ingin kembali memiliki Bitcoin diharga awal dengan nama yang sedikit berbeda namun pada prinsipnya strukturnya sama seperti Bitcoin cuma bedanya BLC masih menggunakan blockchain jaringan Solana.

4. BRICS GOLD Token
Token yang disandarkan secara naratif kepada harga emas dunia, mencerminkan nilai 1 ton emas yang dibagi menjadi 1 triliun unit digital. Dirancang untuk memberi solusi atas masalah utama dunia kripto: tidak adanya utility.

 

“99% crypto tidak punya manfaat. Itu kata pendiri Binance. Kami menjawab tantangan itu dengan membuat token yang benar-benar bisa dipakai, bukan cuma diperdagangkan,” jelas Raju.

 

Dari Indonesia, Untuk Dunia

Lebih dari 5.000 orang dari Indonesia, Vietnam, Malaysia, Inggris, hingga Taiwan telah menggunakan berbagai token buatan Indonesia.

Pakar teknologi dan blockchain menyebut proyek ini sebagai bukti nyata hilirisasi digital ala rakyat.
Bukan dari perusahaan unicorn, melainkan dari semangat komunitas.

“Hilirisasi digital bukan soal jargon. Ini soal siapa yang bisa membangun sistem dari hulu ke hilir. Teungku Raju dan timnya sudah membuktikan itu,”
ujar seorang analis independen teknologi di Jakarta.

 

Pemerintah diharapkan dapat menangkap peluang ini lebih serius, agar inisiatif digital berbasis rakyat seperti ini tidak hanya menjadi cerita inspiratif, tetapi juga mendapat dukungan untuk tumbuh menjadi kebanggaan nasional.(Rapel/Tim)

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru