Teknologi Anak Bangsa: Hilirisasi Digital Dimulai Dari Rakyat Untuk Rakyat

Senin, 21 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis Publik – Di tengah arus globalisasi dan dominasi korporasi teknologi besar, Indonesia menunjukkan arah baru dalam pengembangan ekonomi digital.
Lewat inisiatif akar rumput yang digagas oleh PT Asia Sistem Teknologi dan komunitas Prabu Satu Nasional (PSN), hadir gerakan hilirisasi digital yang berangkat dari rakyat, dibangun oleh anak bangsa, dan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara langsung.

Tokoh utama di balik gerakan ini, Teungku Muhammad Raju, memperkenalkan pendekatan alternatif yang berbeda dari model ekonomi digital berbasis modal besar dan spekulatif.
Dengan membangun ekosistem token digital yang bisa digunakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, Teungku Raju menegaskan bahwa rakyat tidak hanya bisa mengakses teknologi, tapi juga memilikinya.

“Kami ingin menciptakan teknologi yang benar-benar berguna sejak hari pertama. Bukan sekadar menjual mimpi atau mengejar valuasi,” ujar Teungku Raju dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).

Melalui empat token digital yang dikembangkan oleh anak bangsa,
PT Asia Sistem Teknologi membangun ekosistem teknologi yang fungsional dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. PSNG Token memungkinkan transaksi harian seperti pembayaran listrik, pulsa, air, BPJS, serta pembelian berbagai layanan digital. Token ini menjadi jembatan antara teknologi blockchain dan kebutuhan domestik, menjadikan masyarakat pengguna sekaligus pemilik dalam sistem ekonomi digital yang inklusif.

Selain itu, ada BLC Token, aset langka berbasis jaringan Solana dengan suplai terbatas seperti Bitcoin,
yang memberikan potensi nilai tinggi bagi para pemiliknya.

LUMA Token digunakan sebagai gas fee dalam platform Lumadex.Finance, mendukung efisiensi dan kelancaran transaksi digital.

Sementara BRICS GOLD Token menawarkan instrumen investasi berbasis referensi harga emas dunia secara real-time, menghadirkan kestabilan nilai bagi investor yang mencari instrumen jangka panjang berbasis aset riil.

 

Semua teknologi ini dikembangkan di Indonesia, dengan pengujian langsung melalui komunitas yang sudah tersebar di berbagai wilayah,
termasuk Jawa,
Sumatera, Kalimantan,
serta sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Taiwan.

“Teknologi ini adalah karya anak bangsa.
Kami tidak menunggu investor besar datang,
kami bangun dari komunitas dan kebutuhan nyata,” tambah Teungku Raju.

Langkah ini dinilai selaras dengan visi pemerintah tentang pentingnya hilirisasi digital.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam beberapa forum menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu menjadi produsen teknologi digital, bukan hanya pasar. Visi ini kini mulai terwujud, bukan dari perusahaan raksasa, tapi dari gerakan komunitas berbasis rakyat.

Perdagangan perdana PSNG Token dijadwalkan dimulai 27 Juli 2025 di bursa aset digital nasional Lumadex.Finance pada 27 Juli 2025.

“Ini bukan hanya peluncuran token, tetapi simbol dari semangat baru kedaulatan teknologi dimulai dari bawah, dari rakyat untuk rakyat,” pungkasnya.(rapel)

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru