Warga Ngamuk Ramai-Ramai Tarik Uang di Bank Akibat Ulah PPATK, Tapi Uangnya Tak Ada

- Editor

Minggu, 3 Agustus 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Rilis Publik – kembali diguncang kepanikan finansial. Setelah kebijakan pemblokiran rekening dormant oleh PPATK diberlakukan, gelombang penarikan uang secara besar-besaran mulai terjadi. Warga dari berbagai daerah, terutama kalangan menengah ke bawah, berbondong-bondong menarik dana dari rekening mereka dengan kekhawatiran uang bisa hilang sewaktu-waktu. Fenomena ini mulai menyerupai “bank run” – kondisi di mana masyarakat secara serempak menarik simpanannya karena kehilangan kepercayaan terhadap sistem perbankan.

 

 

 

Tidak sedikit nasabah yang mengaku terkejut dan panik setelah mengetahui rekening mereka diblokir meskipun masih digunakan secara berkala. Mardiyah, seorang pedagang kecil di Citayam, dan Ahmad Lubis, warga Padang, menjadi contoh nyata dampak kebijakan ini. Rekening yang mereka gunakan sebagai tabungan darurat dan penyimpanan hadiah anak sekolah, diblokir tanpa pemberitahuan. Kasus seperti ini menjadi pemicu keresahan, apalagi viralnya video-video nasabah panik menarik uang dari ATM menambah tekanan psikologis publik.

 

Akibatnya, antrean panjang di berbagai kantor bank mulai muncul. Sejumlah bank disebut telah membatasi jumlah penarikan tunai harian untuk menjaga stabilitas kas. Di media sosial, tagar #TarikUang dan #BankRun2025 ramai dibicarakan, menunjukkan betapa cepatnya krisis kepercayaan

ini menyebar. Banyak warga khawatir, jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia mengalami krisis keuangan serupa 1998 — namun kali ini dengan pemicu berbeda: kegagapan komunikasi dalam kebijakan digital.

Efek lanjutan mulai dirasakan di sector perdagangan dan UMKM. Banyak pelaku usaha kecil menengah yang mengandalkan transaksi rekening kini kesulitan beroperasi karena uang mereka tak bisa diakses. Perputaran uang yang tersendat bisa berujung pada inflasi mikro di pasar-pasar tradisional, di mana masyarakat mulai lebih memilih menyimpan uang secara fisik ketimbang di bank. Kekacauan kecil ini bisa berubah menjadi krisis besar bila tidak segera ditangani dengan kejelasan dan tindakan tegas dari otoritas keuangan.

 

Meski PPATK mengklaim bahwa seluruh dana nasabah tetap aman, realita menunjukkan bahwa yang diinginkan masyarakat bukan hanya jaminan, tapi kepastian. Ketika akses terhadap dana sendiri dipersulit tanpa pemberitahuan jelas, yang terjadi adalah kepanikan massal yang mudah menyulut krisis kepercayaan. Jika bank run terus meluas, stabilitas ekonomi nasional bisa terancam – dan sejarah kelam krisis perbankan bisa kembali terulang, hanya kali ini dengan wajah yang lebih modern dan lebih cepat menyebar.

Berita Terkait

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T
Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027
LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII
Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”
Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur
Rupiah Anjlok Rp17.300 per Dolar, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia, Rupiah Nomor Berapa?
Tingkatkan Mutu MBG, BGN Setop Sementara 1.780 SPPG Belum Penuhi Standar Higiene

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:36 WIB

Tangis Nadiem Makarim Pecah di Pelukan Istri dan Para Ojol Usai Dituntut 18 Tahun dan Denda 5.6 T

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:14 WIB

Kemendikdasmen: Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN Tahun 2027

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:27 WIB

LPG 3 Kg Tembus Rp55 Ribu: Menelusuri Jejak Mafia Gas di Singkut VII

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:39 WIB

Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”

Kamis, 30 April 2026 - 09:23 WIB

Prabowo: Saya Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Mau Lihat RI Jaya dan Makmur

Berita Terbaru