32 Biopori Ditanam, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Bangun Strategi Konservasi Air Hadapi Kekeringan

Rabu, 12 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO –Rilispublik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 12 melaksanakan program pembuatan 32 lubang biopori di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (12/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi tema KKN-TK UNIGORO Tahun 2026, “Sustainable Forest, Sustainable Life”, sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap potensi kekeringan.

Pembuatan biopori dipilih sebagai salah satu pendekatan sederhana dalam konservasi air dan pengelolaan lingkungan. Lubang biopori berfungsi membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga air hujan tidak seluruhnya menjadi aliran permukaan (run off). Dengan demikian, keberadaan biopori diharapkan dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah serta mendukung ketersediaan air bagi vegetasi.

Penanggung Jawab Program Biopori KKN-TK UNIGORO Kelompok 12, Bhara, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat cadangan air tanah sekaligus mendukung keberlangsungan vegetasi, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap kekeringan.

“Biopori ini bertujuan untuk mengisi dan menjaga cadangan air tanah, menjaga kelembapan tanah, serta membantu vegetasi tetap bertahan hidup. Hal ini sejalan dengan program penanaman pohon yang menjadi salah satu fokus utama Kelompok 12,” ujar Bhara.

Menurutnya, manfaat biopori tidak hanya relevan ketika musim kemarau, tetapi juga memiliki fungsi ekologis pada musim penghujan. Pada musim kemarau, infiltrasi air yang lebih baik dapat membantu tanah mempertahankan kelembapan lebih lama. Sementara ketika curah hujan meningkat, biopori dapat membantu mempercepat masuknya air ke dalam tanah sehingga potensi genangan dan limpasan permukaan dapat dikurangi.

“Manfaat bagi penerima saat musim kemarau adalah sumur tidak cepat kering. Ketika musim hujan, air dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga cadangan air tanah dapat terjaga dan tidak seluruhnya menjadi aliran permukaan,” jelasnya.

Sebanyak 32 lubang biopori tersebut nantinya ditempatkan pada kawasan RT yang berada di bawah kawasan hutan dan wilayah dengan tingkat kerentanan kekeringan yang lebih tinggi. Penentuan lokasi tersebut menjadi bagian penting agar program tidak hanya bersifat simbolis, tetapi memiliki manfaat ekologis yang dapat dirasakan masyarakat.

Selain berfungsi sebagai teknologi konservasi air sederhana, program biopori juga diharapkan menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Mahasiswa KKN-TK UNIGORO mendorong warga untuk memahami bahwa konservasi air dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal.

Bhara berharap masyarakat penerima program dapat menjaga dan memanfaatkan biopori secara berkelanjutan setelah kegiatan KKN-TK selesai. Keberlanjutan tersebut dinilai penting agar manfaat program tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa pengabdian mahasiswa.

“Harapannya masyarakat penerima biopori dapat menjaga dan memanfaatkan dengan baik. Setelah selesai KKN, program ini tidak ditinggalkan begitu saja. Kami berharap masyarakat dapat mengajak warga lain untuk membuat biopori agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya diarahkan pada penyelesaian agenda pengabdian selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran ekologis dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Melalui pendekatan sederhana berupa biopori, mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 berupaya mengintegrasikan aspek konservasi air, keberlanjutan vegetasi, serta partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi adaptasi lingkungan di tingkat desa.

[Ghozali]

Berita Terkait

Dugaan Pelangsiran BBM di SPBU Mare, Warga Minta Pertamina dan APH Melakukan Pemeriksaan
Yudisium FEB UNISLA 2026,Lisa Purnama Sari Tuntaskan Tahap Akademik
KKN Unigoro Kelompok 8 Hadirkan Peta Potensi dan Buku Sejarah, Dorong Desa Sumberbendo Berbasis Data dan Identitas Lokal
Geger! Ratusan Penjudi Kabur Terobos Semak Saat Polisi Gerebek Arena Sabung Ayam di Belakang Kantor Camat Toianas
PLKH Fakultas Hukum Unigoro Asah Legal Skills Mahasiswa, 28 Peserta Dalami Penyelesaian Sengketa Hubungan Industrial
Lima Medali dari Enam Petarung, Muaythai Bojonegoro Tunjukkan Taring di Pentas Nasional
Diduga Melayani Pengepul Setiap Hari, SPBU Cabalu Bone Dikeluhkan Warga dan Petani
KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Bangun Karakter Pelajar, Cegah Kekerasan dan Kenakalan Remaja

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20

32 Biopori Ditanam, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Bangun Strategi Konservasi Air Hadapi Kekeringan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:19

Dugaan Pelangsiran BBM di SPBU Mare, Warga Minta Pertamina dan APH Melakukan Pemeriksaan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:17

Yudisium FEB UNISLA 2026,Lisa Purnama Sari Tuntaskan Tahap Akademik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:25

KKN Unigoro Kelompok 8 Hadirkan Peta Potensi dan Buku Sejarah, Dorong Desa Sumberbendo Berbasis Data dan Identitas Lokal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:39

Geger! Ratusan Penjudi Kabur Terobos Semak Saat Polisi Gerebek Arena Sabung Ayam di Belakang Kantor Camat Toianas

Berita Terbaru