BOJONEGORO —Rilispublik | Polemik rencana konser Ungu dalam rangka HUT ke-30 PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) terus bergulir dan memantik beragam respons publik. Di tengah sorotan tersebut, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro akhirnya angkat bicara.
Ketua DPD PAN Bojonegoro yang juga anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan khusus terkait kehadiran Sigit Purnomo dalam konser tersebut.
“ Kami tahu kehadiran Pasha di Bojonegoro justru dari pihak BPR. Karena beliau datang sebagai musisi, tidak ada konfirmasi atau koordinasi kepada kami sebagai partai,” ujarnya.
Lasuri juga memastikan hingga saat ini PAN tidak memiliki agenda penyambutan khusus, baik sebelum maupun setelah konser berlangsung.
“ Sampai detik ini belum ada rencana penyambutan khusus. Kami melihat kehadiran beliau murni dalam kapasitas sebagai musisi,” tambahnya.
Menanggapi ramainya respons publik terhadap konser tersebut, Lasuri menilai hal itu sebagai bagian dari dinamika yang wajar dalam ruang demokrasi.
“ Itu bagian dari dinamika publik. Masukan dan kritik tentu kami pandang sebagai bentuk keinginan bersama untuk kebaikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memisahkan peran antara figur publik sebagai musisi dan sebagai kader partai politik. Menurutnya, hal tersebut bukan sesuatu yang baru terjadi.
Ia mencontohkan kehadiran Ahmad Dhani bersama Dewa 19 di Bojonegoro beberapa waktu lalu, yang juga berstatus sebagai anggota DPR RI sekaligus kader partai.
“ Ini bukan kali pertama. Beberapa bulan lalu Dewa 19 tampil di Bojonegoro, dan Mas Dhani juga punya posisi politik. Tapi mereka profesional, bisa menempatkan diri. Kami yakin Mas Pasha juga memahami batas tersebut,” tegasnya.
Lasuri menilai profesionalitas individu menjadi kunci agar tidak terjadi pencampuran antara aktivitas hiburan dan kepentingan politik.
“ Saya kira beliau paham menempatkan diri sebagai musisi dalam acara ini, dan tidak akan mencampuradukkan dengan agenda kepartaian,” imbuhnya.
Namun demikian, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait standar atau parameter PAN dalam menilai profesionalitas kader di ruang publik, serta bagaimana partai mengelola persepsi publik agar tidak menimbulkan multi tafsir, hingga berita ini ditayangkan pihak PAN belum memberikan tanggapan tambahan.
Di tengah situasi ini, publik masih menaruh perhatian besar terhadap transparansi dan tujuan penyelenggaraan kegiatan oleh PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda). Apakah murni sebagai hiburan dan penggerak ekonomi, atau justru berpotensi memunculkan persepsi kepentingan lain di ruang publik.
Perkembangan polemik ini pun diperkirakan masih akan terus bergulir seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran dan dampak kegiatan tersebut.
[Red/Ahmad]









