Akses Jalan Lumpuh dan Ekonomi Warga Mati Akibat Semrawutnya Antrean SPBU Bagan Sinembah

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BAGAN SINEMBAH, RILIS PUBLIK – Keluhan masyarakat terkait semrawutnya antrean kendaraan di SPBU Bagan Sinembah tampaknya belum mendapat respons serius dari pihak pengelola. Saat dikonfirmasi langsung di lokasi, petugas SPBU justru memberikan jawaban acuh tak acuh dan terkesan menutup-nutupi masalah mendasar yang sedang terjadi.

Ketika ditanya mengenai alasan mengapa truk-truk berbadan besar dibiarkan menumpuk di dalam ruang pengisian hingga meluber puluhan meter ke bahu jalan, petugas di lapangan hanya menjawab singkat tanpa beban.

“Saya tidak tahu,” ujar salah seorang petugas sembari terus melayani pengisian BBM.

Lebih lanjut, saat dipertanyakan apakah ada kendala operasional atau keterlambatan pasokan yang menjadi pemicu kemacetan parah ini, pihak petugas kembali mengelak. Mereka bersikeras menegaskan bahwa sama sekali tidak ada kendala teknis maupun suplai di SPBU tersebut.

Jawaban sepihak dan dingin tersebut langsung memicu kekecewaan berat, terutama bagi warga sekitar dan pengguna jalan yang setiap hari dirugikan. Pasalnya, penumpukan truk tidak hanya mematikan akses ekonomi toko-toko di sekitar SPBU, tetapi juga memicu polusi asap yang pekat, kebisingan, serta meningkatkan risiko kecelakaan fatal akibat bahu jalan yang habis terpakai untuk parkir liar kendaraan antre.

Warga menilai, jika memang benar “tidak ada kendala” pasokan seperti yang diklaim petugas, maka kekacauan antrean ini kuat dugaan dipicu oleh buruknya manajemen pengaturan kendaraan, atau adanya pembiaran sistematis terhadap aktivitas pengisian dalam jumlah tidak wajar.

Berita Terkait

Kerja Taruhan Nyawa Tanpa BPJS, Pekerja PT UTS di Balam Sempurna Protes Keras Manajemen
Di Balik Duka Datang Sukacita: Manulife Cairkan Klaim Rp107 Juta untuk Ahli Waris di Sei Tarolat, Labuhanbatu
Masyarakat Balam Sempurna Soroti Pasal 551 di Portal PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2, Asisten Advokat UNKAHA Sebut Sudah Tidak Relevan  
Efektif Dikawal Langsung Estate Manager, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2 Benahi Jalan Kolexen Blok L 41/42
Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS
Tuntut Kesejahteraan Karyawan, PUK SPPP-SPSI Layangkan Surat Permohonan Bonus ke Manajemen PT SIMP Tbk & Subs
Dugaan KDRT dan Pengusiran Paksa di Perkebunan PT Salim Ivomas, Ibu dan Anak Terpaksa Mengungsi
Keluh Kesah Pengelola Jembatan Merah Putih Rohil: Hadapi Tekanan Ormas, Berharap Pemkab Segera Bangun Konstruksi Permanen  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53

Kerja Taruhan Nyawa Tanpa BPJS, Pekerja PT UTS di Balam Sempurna Protes Keras Manajemen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:24

Di Balik Duka Datang Sukacita: Manulife Cairkan Klaim Rp107 Juta untuk Ahli Waris di Sei Tarolat, Labuhanbatu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:46

Masyarakat Balam Sempurna Soroti Pasal 551 di Portal PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2, Asisten Advokat UNKAHA Sebut Sudah Tidak Relevan  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38

Efektif Dikawal Langsung Estate Manager, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2 Benahi Jalan Kolexen Blok L 41/42

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:25

Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS

Berita Terbaru