Bojonegoro –Rilispublik | Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Kelompok 12 di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh program kerja mahasiswa berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Dr. Tri Astuti Handayani, S.H., M.M., M.Hum., jajaran LPPM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hanin Alya’ Labibah, S.H., M.H., serta mahasiswa KKN-TK Kelompok 12.
Dalam sambutannya, Rektor Unigoro menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat melalui ilmu pengetahuan, pengabdian, dan aksi nyata.
“Mahasiswa harus mampu memberikan pengaruh positif, menjadi calon pemimpin yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat melalui program-program yang dilaksanakan selama KKN,” ujar Dr. Tri Astuti Handayani.
Sementara itu, Koordinator KKN-TK Kelompok 12, Chandra, memaparkan bahwa program kerja kelompok mengusung tema “Sustainable Forest, Sustainable Life” yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya mengatasi persoalan kekeringan di Desa Dukohkidul.
Program utama yang dijalankan meliputi penghijauan melalui penanaman enam bibit pohon, terdiri dari pohon beringin dan asam jawa. Sebelum ditanam, bibit dengan tinggi sekitar 50 sentimeter hingga satu meter terlebih dahulu diperiksa kondisinya agar memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang optimal. Mahasiswa juga melakukan penyiraman dan pemantauan secara berkala sebagai bentuk perawatan.
Selain penghijauan, mahasiswa melaksanakan pembuatan dan sosialisasi lubang biopori guna meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di wilayah tersebut.
Di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa memberikan sosialisasi di SD dan MI mengenai pentingnya reboisasi yang dipadukan dengan edukasi pencegahan perundungan (bullying). Kelompok KKN juga memperkenalkan alat pengendalian hama tikus sebagai alternatif bagi petani, serta memberikan sosialisasi budidaya jamur janggal sebagai inovasi yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Universitas Bojonegoro berharap seluruh program KKN-TK Kelompok 12 dapat terlaksana secara optimal, memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Dukohkidul, sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pembangunan desa berkelanjutan.
[Ghozali]











