Bojonegoro –Rilis publik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 12 mendorong penguatan pendidikan karakter sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya preventif menghadapi potensi kekerasan dan kenakalan remaja.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi bertajuk “Mencegah Kekerasan dan Kenakalan Remaja melalui Pendidikan Karakter” yang ditujukan kepada siswa-siswi kelas VI MI Wasliatul Huda. Kegiatan berlangsung di Posyandu RT 02, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 dengan pendekatan edukatif dan preventif.Mahasiswa memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun karakter positif sebagai fondasi dalam membentuk perilaku, sikap sosial, serta kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pendidikan Karakter sebagai Instrumen Pencegahan
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 menekankan bahwa pendidikan karakter tidak semata-mata berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan moral, etika, tanggung jawab, empati, dan sikap saling menghormati.
Pemateri, Muhammad Syahrul Muhromi, menjelaskan bahwa penguatan karakter sejak usia sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik sekaligus membangun kemampuan mereka menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian. Melalui nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan saling menghormati, anak-anak diharapkan mampu terhindar dari perilaku kekerasan maupun kenakalan remaja,” ujar Syahrul.
Ia juga memperkenalkan sejumlah nilai karakter yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, integritas, serta sikap menghargai keberagaman.
Menurutnya, internalisasi nilai-nilai tersebut sejak dini dapat menjadi modal sosial bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan di masa mendatang.
Dikemas Interaktif agar Dekat dengan Dunia Anak
Kegiatan tidak dilakukan dalam bentuk ceramah satu arah. Para siswa dilibatkan melalui sesi tanya jawab dan diskusi ringan mengenai berbagai bentuk perilaku positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Pendekatan interaktif tersebut diharapkan membuat materi pendidikan karakter lebih mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa.
Pujiastuti selaku pihak yang menyediakan lokasi kegiatan turut mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut. Ia menilai kegiatan mahasiswa KKN memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi peserta didik.
“Terima kasih kepada kakak-kakak KKN UNIGORO yang telah menggelar kegiatan edukasi ini. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak dan menjadi bekal dalam membentuk karakter yang baik,” tuturnya.
Membangun Generasi Berkarakter melalui Pendekatan Preventif
Melalui kegiatan tersebut, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 berupaya menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih positif bagi anak dan remaja.
Penguatan karakter sejak dini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kebiasaan positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 berharap para siswa mampu mengembangkan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, toleran, dan menghargai sesama. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat menjadi fondasi dalam mencegah perilaku kekerasan dan kenakalan remaja sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.
Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan preventif, kegiatan KKN-TK tersebut menunjukkan bahwa pembangunan karakter merupakan investasi sosial jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan bersama antara lembaga pendidikan, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat.
[Ghozali]











