Soe, Rilipublik | Suasana hening di belakang Kantor Camat Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berubah menjadi chaos pada Senin (10/8/2026) sore. Ratusan penjudi dan penonton sabung ayam kocar-kacir menyelamatkan diri setelah digerebek tiba-tiba oleh tim buru sergap Polsek Amanatun Utara.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Zadok A. C. Loebaloe ini berhasil membubarkan gelanggang judi ilegal yang beroperasi tanpa rasa takut di tengah persiapan perayaan HUT RI ke-81.
Saat petugas meringsek masuk ke lokasi sekitar pukul 15.00 WITA, panik massal tak terhindarkan. Para penjudi yang tengah asyik dengan taruhan uang jutaan rupiah nekat menerobos semak-semak tebal dan perkebunan warga demi menghindari tangkapan hukum.
Mereka meninggalkan segala atribut judi di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk ayam aduan, taji besi, serta gelanggang rakitan yang masih tertata rapi. Aksi kabur lari ini menunjukkan betapa terkejutnya mereka dengan kehadiran polisi di lokasi yang selama ini dianggap sebagai “zona aman” bagi para bandar.
Meski sebagian besar pelaku berhasil lolos memanfaatkan medan yang rumit, tindakan cepat polisi berhasil membumihanguskan operasional judi tersebut. Barang bukti diamankan untuk pengembangan lebih lanjut.
Keberadaan arena judi di lokasi yang sangat sensitif tepat di belakang kantor camat menjadi sorotan utama. Polisi menilai ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi adanya pembiaran oleh oknum panitia perayaan HUT RI yang allegedly memberikan ruang bagi para penjudi.
Polsek Amanatun Utara menegaskan sikap nol toleransi. Mereka memegang kartu truf berupa wewenang untuk mencabut izin keramaian jika kejadian serupa terulang.
“Kami tidak akan segan-segan membubarkan total aktivitas perayaan HUT RI di Toianas jika ditemukan lagi praktik judi yang dibiarkan. Ini adalah peringatan terakhir bagi siapa saja yang bermain mata,” pungkas Kapolsek.
Aksi penggerebekan ini menjadi sinyal jelas bahwa aparat tidak lagi menutup mata terhadap penyakit masyarakat yang berkedok tradisi atau perayaan, sekalipun itu terjadi di halaman kantor pemerintahan.
Jurnalis Ambrosius Tes











