Kerja Taruhan Nyawa Tanpa BPJS, Pekerja PT UTS di Balam Sempurna Protes Keras Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ROKAN HILIR, Rilis Publik– Kondisi perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh PT. Ujung Tanjung Sejahtera (UTS) selaku pengelola PT. Agrinas di Dusun Rumbia 2, Kepenghuluan Balam Sempurna, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, area perkebunan tersebut dinilai telantar dan sama sekali tidak terawat.

Berdasarkan data dan laporan langsung dari salah seorang pekerja aktif di lapangan, hampir seluruh infrastruktur dan blok perkebunan dipenuhi semak belukar. Area piringan pohon sawit, pasar pikul, akses jalan kereta sorong (angkong), hingga jalan koleksi untuk truk angkutan buah tampak tertutup rumput liar. Tidak hanya itu, parit dan saluran pembuangan air di dalam perkebunan juga tersumbat karena tidak pernah dibersihkan.

Kondisi lahan yang menyerupai hutan ini memicu keluhan berat dari para pekerja. Dengan kondisi semak belukar yang rimbun, pekerja mengaku harus mempertaruhkan nyawa setiap hari saat memanen atau merawat sawit dari ancaman hewan liar, tanpa adanya jaminan keselamatan dari pihak manajemen.

Mirisnya, ancaman keselamatan kerja ini tidak sejalan dengan pemenuhan hak karyawan. Narasumber yang merupakan pekerja aktif menegaskan bahwa PT. UTS hingga saat ini tidak mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Tindakan perusahaan yang mengelola lahan yang dahulunya di sebut Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sehingga menjadi PT. Agrinas, ini dinilai secara tegas telah melanggar hukum dan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT. UTS belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan operasional dan dugaan pelanggaran hak-hak normatif pekerja tersebut.

Berita Terkait

Di Balik Duka Datang Sukacita: Manulife Cairkan Klaim Rp107 Juta untuk Ahli Waris di Sei Tarolat, Labuhanbatu
Masyarakat Balam Sempurna Soroti Pasal 551 di Portal PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2, Asisten Advokat UNKAHA Sebut Sudah Tidak Relevan  
Efektif Dikawal Langsung Estate Manager, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2 Benahi Jalan Kolexen Blok L 41/42
Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS
Tuntut Kesejahteraan Karyawan, PUK SPPP-SPSI Layangkan Surat Permohonan Bonus ke Manajemen PT SIMP Tbk & Subs
Dugaan KDRT dan Pengusiran Paksa di Perkebunan PT Salim Ivomas, Ibu dan Anak Terpaksa Mengungsi
Keluh Kesah Pengelola Jembatan Merah Putih Rohil: Hadapi Tekanan Ormas, Berharap Pemkab Segera Bangun Konstruksi Permanen  
Akses Jalan Lumpuh dan Ekonomi Warga Mati Akibat Semrawutnya Antrean SPBU Bagan Sinembah

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53

Kerja Taruhan Nyawa Tanpa BPJS, Pekerja PT UTS di Balam Sempurna Protes Keras Manajemen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:24

Di Balik Duka Datang Sukacita: Manulife Cairkan Klaim Rp107 Juta untuk Ahli Waris di Sei Tarolat, Labuhanbatu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:46

Masyarakat Balam Sempurna Soroti Pasal 551 di Portal PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2, Asisten Advokat UNKAHA Sebut Sudah Tidak Relevan  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38

Efektif Dikawal Langsung Estate Manager, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate 2 Benahi Jalan Kolexen Blok L 41/42

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:25

Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS

Berita Terbaru