Proyek Irigasi Bermasalah, Pekerjaan Irigasi di Tungulrejo Tuban Dikerjakan dalam Genangan Air, Kualitas Dipertanyakan

- Editor

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN | Rilis Publik – Santernya pemberitaan beberapa media online perihal proyek pembangunan saluran irigasi gravitasi di Desa Tungulrejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, masih menjadi sorotan publik.

 

Pasalnya, pekerjaan proyek irigasi yang berlokasi di Dusun Brabo RT /07 RW /02 tersebut, disinyalir dikerjakan secara asal-asalan dan sarat dengan peyimpangan.

 

Parahnya lagi, dilokasi pekerjaan saluran irigasi terlihat jelas air yang masih menggenang, tetapi para pekerja tidak menguras terlebih dahulu dan terus melanjutkan pekerjaan sehingga disinyalir akan berpengaruh pada kualitas bangunan.

 

Berdasarkan konfirmasi kepada salah satu anggota BPD Tunggulrejo beberapa waktu lalu, dikatakan jika pihaknya telah turun untuk cek lokasi dan menyuruh tukang mengisi rongga pasangan batu.

 

“Sudah saya cek ke lokasi, katanya tukang rongga untuk penguat nanti pas di aci pak. Dan yang tengah saya suruh ngisi campuran yang padat. Saya tegur biar Ndak jadi temuan BPK kedua kalinya,” tulis Rudy Sutisno melalui pesan WhatsApp.

 

Sementara itu, menurut salah satu pakar teknik, sebut saja namanya “Mas B” (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa jenis proyek seperti itu seharusnya dilakukan pengurasan air terlebih dahulu agar kualitas bangunan bisa terjamin.

 

“Proyek-proyek yang berkaitan dengan air itu sudah selayaknya airnya dikuras dulu mas supaya kualitas bangunan bisa kuat,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (29/07/2025).

 

Lebih lanjut, saat menyinggung terkait pekerja yang tidak dilengkapi APD atau K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ia menegaskan semua pekerja proyek itu wajib dilengkapi standard K3, jika tidak itu sudah melanggar aturan yang telah diterbitkan.

 

“Lho lha kalau pekerja tidak dilengkapi dengan K3 atau APD kalau terjadi kecelakaan kerja siapa yang bertanggung jawab. Sudah seharusnya pelaksana memberikan semua itu,” tegas Mas B.

 

Di sisi lain, diketahui bahwa sebelumnya satu item pekerjaan irigasi di Desa Tunggulrejo juga pernah mangkrak dan menjadi temuan inspektorat pada tahun 2024. Pertanyaan klasik ini kembali mencuat akankah semua itu terulang kembali?

 

[Red]

Berita Terkait

Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga
Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun
Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal
Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani
Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan
STOP PERS | Reza Larasona – Kabiro OKU Timur
Sertifikat ‘Mak Jelas’ hingga Bertahun-tahun, BPN Lampung Selatan Bungkam!
“Kami Hanya Ingin Bekerja!” Investigasi di Wonocolo Ungkap Kemarahan Penambang atas Isu Setoran yang Dinilai Hancurkan Nafkah Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal

Senin, 4 Mei 2026 - 19:08 WIB

Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WIB

Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan

Senin, 4 Mei 2026 - 13:59 WIB

STOP PERS | Reza Larasona – Kabiro OKU Timur

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Pemkab Lmapung Timur Gelar Rakor Bersama KPK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:47 WIB

Daerah | Lampung

Kejari Metro Eksekusi Barang Bukti Judi Online Rp 6 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:46 WIB