Sirkuit Road Race di Bojonegoro: Antara Sport Tourism dan Prioritas Kesejahteraan Warga

Minggu, 24 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro, Rilis Publik – Rencana pembangunan sirkuit road race di Bojonegoro belakangan mengemuka sebagai salah satu wacana pengembangan sport tourism. Ide ini dianggap mampu mengurangi maraknya balap liar, membangkitkan ekonomi kreatif, hingga membangun branding daerah di luar sektor migas.

Secara konsep, keberadaan sirkuit memang membawa harapan baru. Event otomotif kerap menarik sponsor, penonton, dan pelaku UMKM. Bahkan, regenerasi atlet motorsport lokal bisa terwadahi sehingga Bojonegoro tak tertinggal dari daerah lain yang lebih dulu memiliki fasilitas serupa.

Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan mendasar: apakah sirkuit road race benar-benar menjadi prioritas kebutuhan masyarakat Bojonegoro saat ini?

Data menunjukkan, persoalan krusial daerah ini masih berkisar pada tingginya angka kemiskinan, kesenjangan sosial, keterbatasan infrastruktur dasar, serta lemahnya kualitas SDM. Jalan desa, irigasi, akses air bersih, hingga layanan kesehatan dan pendidikan masih menjadi PR besar yang menunggu jawaban nyata.

Jika dibandingkan, manfaat pembangunan sirkuit cenderung bersifat sektoral dan terbatas pada komunitas tertentu. Sementara pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, dan penguatan ekonomi kerakyatan langsung menyentuh lapisan masyarakat luas, terutama kelompok ekonomi lemah.

“Pembangunan sirkuit memang menarik, tapi jangan sampai menggeser prioritas. Infrastruktur dasar, layanan pendidikan, dan kesehatan seharusnya tetap menjadi fokus utama. Kalau kebutuhan mendasar belum terpenuhi, maka program hiburan hanya akan jadi paradoks,” ujar Wibowo pemerhati kebijakan publik lokal, Minggu (24/8/2025).

Senada, Iryanto, aktivis sosial yang lahir diBojonegoro, menilai proyek semacam ini rawan menjadi etalase politik semata. “Kami khawatir sirkuit hanya jadi simbol prestise, sementara masyarakat kecil masih berjuang dengan harga kebutuhan pokok dan layanan kesehatan. Pembangunan harus berangkat dari asas manfaat yang luas, bukan hanya untuk segelintir komunitas,” tegasnya.

Dalam konteks itu, pembangunan sirkuit road race memang bisa menjadi program pendukung jangka panjang untuk diversifikasi ekonomi non-migas. Akan tetapi, pemerintah daerah tetap dituntut menjaga azas manfaat dan skala prioritas, agar tidak terjadi kesenjangan antara kebutuhan riil masyarakat dengan kebijakan pembangunan yang diambil.

Masyarakat tentu berharap Bojonegoro tidak hanya dikenal sebagai pusat event sport tourism, tetapi lebih penting lagi, sebagai daerah yang mampu menurunkan angka kemiskinan, memperkuat layanan dasar, dan membangun SDM yang berdaya saing.

[Red.. ]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru