BOJONEGORO, Rilis Publik – Suasana malam hari yang begitu hangat menjadikan momen silahturahmi antara Anggota DPRD Bojonegoro dengan konstituenya penuh makna berarti.
Hal ini nampak dalam agenda Reses Masa Sidang III Fraksi Demokrat Drs. Sudjono, M.M., yang digelar di jl. Veteran Kota Bojonegoro, pada Sabtu 22 November 2025.
Dihadiri DPR RI Provinsi Jawa Timur dan sekaligus Wakil Ketua DPR RI Jatim Sriwahyuni dan Ketua DPC Demokrat Bojonegoro Sukur Priyanto, menjadikan reses ini semakin penuh semangat. Para konstituen dari berbagai kecamatan yang ada di Dapil I saling berebut menyampaikan aspirasi.
Mengawali sambutan Ketua DPC Demokrat Bojonegoro menyampaikan terimakasih selama ini telah mendukung dan memenangkan partai kami didalam pesta pilkada kemarin.
“Tanpa adanya dukungan kalian semua kita tidak dapat duduk dikursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro, meskipun perolehan pada pilkada kemarin mengalami penurunan, tapi tidak mengendurkan semangat kami untuk selalu memberikan perubahan untuk masyarakat Bojonegoro,” tuturnya.
Dalam kesempatan reses kali ini, Drs. Sudjono memberikan kesempatan kepada simpatisan untuk mengajukan aspirasi maupun usulan yang dapat memajukan wilayah desanya maupun sekitarnya.
Menurutnya kehadiran masyarakat dan konstituen bertujuan untuk saling bertatap muka guna mempererat tali silaturahmi dengan kami Anggota DPRD.
“Program usulan melalui reses ini nantinya akan ditampung dan disodorkan ke DPRD untuk dirapatkan melalui musrenbang agar usulan dapat terealisasi,” ungkapnya.
Namun, Sudjono menekankan jangan ada kekecewaan bilamana dalam usulan tersebut ada yang belum terealisasi.
“Hal ini karena mungkin adanya peraturan pemerintah pusat yang harus ditaati, dan adanya program prioritas yang harus didahulukan,” tegasnya.
Anggota DPRD Bojonegoro fraksi Demokrat ini juga menjelaskan bahwa sekarang Kabupaten Bojonegoro memiliki program Bantuan Hukum terhadap keluarga kurang mampu.
“Program itu telah disahkan menjadi Perda (Peraturan Daerah), dan itu ada hak masyarakat yang notabenya kurang mampu,” ucapnya.
Sudjono juga berharap kepada masyarakat yang hadir agar tidak lupa dengan sejarah bangsa kita dan menanamkan wawasan kebangsaan juga jiwa nasionalisme terhadap anak cucu kita, karena sejarahlah yang menjadikan warga negara kita memiliki etika, wawasan, budaya, hingga sumber daya alam yang melimpah.
“Jangan sampai budaya kita diklaim negara lain dan kita menjadi budak di negara sendiri, karena sumber daya alam kita dikuasai perusahaan asing,” ujarnya.
Hadir ditengah masyarakat saat kegiatan reses, Wakil Ketua DPR RI Jatim Sriwahyuni, mengatakan bahwa reses ini adalah suatu momen untuk memfasilitasi DPRD untuk bertemu dengan konstituen nya.
“Barangkali ada usulan yang bisa kami sampaikan dan bawa kedalam agenda rapat R-APBD tahun 2027 nanti. Karena ini awal usulan yang dibahas di tahun 2026 dan akan direalisasikan di tahun 2027,” tungkasnya.
Dalam momen dialog interaktif, salah satu warga Kota Bojonegoro, Dul, menyampaikan keresahan masyarakat terkait kabel seluler atu kabel internet yang semrawut, tumpang tindih, bahkan mengganggu aktivitas masyarakat yang dilalui kabel tersebut.
“Kami berharap pemerintah mau menindak tegas dan bertanggung jawab atas perbuatan oknum perusahaan. Dikhawatirkan kabel yang semrawut hingga menjuntai kebawah dapat mengakibatkan kecelakaan. Dan kami sampaikan agar penataannya dapat diterbitkan karena kita tau bahwa kabel seluler ini sudah menjamur dari kota hingga kepelosok desa,” jelas warga tersebut.
Tak mau ketinggalan warga Desa Dander, Woly, menyampaikan keluhan terhadap infrastruktur jalan raya Dander yang rusak parah banyak lubang nya.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari provinsi untuk jalan raya dander dan sekitarnya,” ucap ibu kader ini.
Menanggapi jalan tersebut, Sriwahyuni mengatakan bahwa memang itu ranahnya provinsi, dan untuk tahun ini sudah teranggarkan serta akan segera terealisasikan.
“Perbaikan bukan di cor melainkan di aspal, namun prosesnya bertahap dan mudah-mudahan segera selesai pengerjaannya,” jelas Sriwahyuni kepada warga Dander.
Sedangkan warga Kadipaten, Gangsar, mengeluh akibat perbaikan jalan dan irigasi di Jl.Wr.supratman dan Jl. Sawunggaling mengakibatkan terputusnya saluran air PDAM, sehingga sejak 25hari kemarin kami warga Kadipaten tidak punya air bersih dan untungnya ada beberapa tetangga kami yang memiliki sumber air dari sumur bor.
“Padahal telah membuat laporan ke kantor PDAM Tirta Buana selama 5kali namun tidak ada solusi, bahkan pertama kali melaporkan harus didampingi Ketua RT setempat. Namun kita hanya diberi janji palsu akan di beri air bersih dengan mobil tangki,” terangnya kepada 2 Anggota DPRD Bojonegoro dan 1 Anggota DPR RI Prov. Jatim itu.
Sukur Priyanto sebagai ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro dan Anggota DPRD Bojonegoro menyuarakan dengan tega kepada seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek jalan, trotoar, maupun irigasi agar memperhatikan saluran / pipa air PDAM.
“Ini WARNING dari saya!! Karena ini bukan keluhan yang pertama kalinya, sudah sering saya mendengarkan keluhan seperti ini. Ini tanggung jawab siapa?? ini adalah tanggung jawab kita bersama, Pemerintah, Dinas terkait, dan Kontraktor,” ucapnya penuh ketegasan.
“Seharusnya kontraktor itu tau apa saja yang ada diarea pengerjaan proyek, jangan hanya mikir untung saja, namun mengorbankan kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya reses ini diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi mengawal pembangunan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
[Ghozali]









