Ajaib, Sapi Kakam Kadiso Way Kanan Bisa ‘Berevolusi’

- Editor

Kamis, 9 Oktober 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan, Rilispublik  – Kisah unik sekaligus bikin kening berkerut datang dari Desa Sri Basuki, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan.
Program ketahanan pangan tahun 2023 yang seharusnya bantu warga ternak, malah bikin warga mikir keras — antara mau ketawa atau nangis.

Pasalnya, dalam laporan penggunaan dana desa, disebutkan pengadaan 8 ekor sapi Limosin seharga Rp18 juta per ekor.
Tapi setelah dicek ke lapangan…
🎩 Tadaaa!
Yang muncul: 7 sapi Bali lokal dan 1 sapi Limosin kurus yang mungkin tersesat dari rombongan.

“Yang satu sih lumayan gede, tapi tujuh lainnya kayak sapi anak kos—kurus tapi semangat,” ujar salah satu warga yang tidak mau di sebut nama nya

Harga pasar sapi Bali di wilayah itu cuma sekitar Rp10-12 juta per ekor.
Kalau dikali 7 ekor, ya cuma Rp70 juta-an.
Tapi di laporan ditulis Rp18 juta per ekor, berarti ada selisih Rp8 juta x 7 = Rp56 juta yang entah hilang ke mana.
Kalau ditambah yang satu sapi Limosin “asli tapi lemas” tadi, total anggaran makin absurd — bikin kalkulator aja minta libur.

Yang lebih “ajaib”, pengadaan ini dilakukan langsung oleh Kepala Kampung Kadiso, tanpa melibatkan kelompok ternak.

Tim investigasi Rilis Publik sudah mencoba konfirmasi ke Kadiso, tapi hasilnya nihil.
Dihubungi? Gak diangkat.
Didatangi? Gak di tempat.
Mungkin lagi ngurus sapi Limosin-nya biar gemuk dulu sebelum difoto.

Padahal, di proposal ditulis tebal-tebal:

“Pengadaan 8 Ekor Sapi Limosin Berkualitas untuk Ketahanan Pangan Desa.”
Tapi yang datang malah rombongan sapi Bali yang lugu dan polos, cuma satu yang “Limosin”, itu pun kalau gak salah lihat.

Kalau ini bukan mark up, mungkin ini stand up, karena warga udah pada ketawa campur kesel.
Soalnya, sapi-nya kecil, tapi laporan anggarannya jumbo.

Dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, sudah jelas dana desa wajib dikelola secara transparan dan akuntabel.
Tapi di Sri Basuki, sepertinya aturannya beda:

“Yang penting laporan gemuk, meski sapinya kurus.”

Publik berharap Inspektorat, Dinas PMK, dan APH segera turun tangan.
Biar jelas, mana yang beneran sapi, mana yang cuma “laporan berwujud sapi”.

 

Reporter: Tim Investigasi Rilis Publik (Dailami) kaperwil Lampung

“Kami gak niat nyindir, tapi fakta kadang memang lucu sendiri.”

Berita Terkait

Heboh! Sukirman Warga Sendangasih Ditemukan Tak Bernyawa dan Membusuk di Kamar Rumahnya
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Kemendagri Dorong Pemprov Lampung Bikin Lima Inovasi Pelayanan Samsat
Kapolda Lampung Sambangi Pangdam XXI/Radin Inten, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Evaluasi Tak Boleh Menjadi Tameng, Kejari Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana Bos
Hari Pertama Masuk Sekolah, Gubernur Tinjau Distribusi MBG
Dendi Dituntut 11 Tahun Penjara, Uang Pengganti Sebanyak 31 Miliar
Pemkab Pesawaran Gelar Lomba Tradisional Semarak HUT Ke-19
Pemkab Pringsewu Perkuat Reforma Agraria

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:44 WIB

Heboh! Sukirman Warga Sendangasih Ditemukan Tak Bernyawa dan Membusuk di Kamar Rumahnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:44 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Kemendagri Dorong Pemprov Lampung Bikin Lima Inovasi Pelayanan Samsat

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:41 WIB

Kapolda Lampung Sambangi Pangdam XXI/Radin Inten, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:44 WIB

Evaluasi Tak Boleh Menjadi Tameng, Kejari Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana Bos

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:41 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Gubernur Tinjau Distribusi MBG

Berita Terbaru

Ragam | Daerah

Warga Duga SPBU Pakasalo Layani Pelangsir dan Pengepul BBM Bersubsidi

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:50 WIB