Lampung Tengah, Rilis Publik – Kelompok tani (Poktan) Mitra Usaha Dusun 1 Kampung Sendangasih, Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah dibuat resah. Lantaran mesin Hand Traktor merk Yanmar yang kerap digunakan untuk mengolah tanah persawahan dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab pada Jum’at malam (12/12/2025).
Atas kehilangan mesin bajak tersebut ketua kelompok tani Mitra Usaha sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Pemerintahan kampung, selanjutnya pihaknya juga akan segera melaporkan ke Kepolisian Polsek Kalirejo.
Seperti yang disampaikan oleh ketua Poktan Mitra Usaha, Nanang Supoyo mengatakan, jika aksi pencurian itu cukup miris. Karena menambah keluhan dan rasa resah bagi para poktan ditengah musim paceklik saat ini. Pasalnya, sudah bertahun tahun hand traktor tersebut berpindah-pindah tempat garapan lantaran digunakan oleh anggota lainnya. Namun belum pernah ada orang yang usil untuk mencuri mesin hand traktor tersebut.
“Ya jelas, kejadian ini membuat resah anggota Poktan kami dan tentunya Poktan yang lain. Karena mesin hand traktor yang hilang inilah yang kerap digunakan oleh para anggota Poktan kami,” kata Nanang.
Kejadian hilangnya mesin hand traktor bantuan pemerintah tersebut baru diketahui pada Sabtu pagi (13/12/2025)
oleh Wardoyo yang hendak mengoperasikan Hand traktor tersebut. Namun dilihatnya hanya tinggal sasis dan roda yang tersisa. Mendengar informasi tersebut, selanjutnya ketua Poktan Mitra Usaha beserta anggota yang lain bergegas ke lokasi sawah milik anggota dan terlihat hand traktor sudah tidak memiliki mesin lagi, hal tersebut sontak mengangetkan para anggota Poktan.

Nanang menambahkan, jika dilihat secara logika, pelaku dalam melakukan aksi pencurian hand traktor ini lebih dari satu orang, bahkan ini terlihat sudah terencana. Karena bobot mesin hand traktor yang cukup berat. Sehingga tidak memungkinkan ditopang hanya dengan satu orang. Terlebih lagi lokasi sawah berada cukup jauh dari jalan.
Sehingga tentunya harus memerlukan tenaga ekstra untuk membawanya keluar dari lokasi sawah.
” Jika kita diprediksi, pelakunya lebih dari satu orang dan menggunakan motor roda dua. Aksi ini juga diduga sudah direncanakan cukup matang oleh para pelaku mas,” ujarnya.
Kerugian atas hilangnya mesin bajak tersebut mencapai Rp 9 jutaaan untuk kondisi mesin bekas.
Dengan hilangnya mesin bajak sawah tersebut, Nanang berharap kepada seluruh rekan Poktan agar berhati-hati dan waspada agar tidak mengalami kejadian serupa.
Dengan nada sedih Nanang berharap agar pelaku segera bisa ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
*(Amin Ma’ruf)*









