Dari Riau ke Papua Barat Daya, Brigjen Hengki Haryadi Naik Kelas Jadi Kapolda: Rekam Jejak “Penangkap Hercules” Jadi Sorotan

Senin, 31 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis Publik – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi strategis di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam mutasi kali ini adalah Brigjen Pol. Hengki Haryadi.

 

Perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau itu resmi dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

 

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

 

Meski tetap menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau bintang satu, perpindahan jabatan dari Wakapolda menjadi Kapolda dipandang sebagai promosi strategis dalam perjalanan karier Brigjen Pol. Hengki Haryadi.

 

Dari posisi orang nomor dua di Polda Riau, Hengki kini dipercaya menjadi pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Papua Barat Daya.

 

Gantikan Yulius Audie Sonny Latuheru

 

Dalam jabatan barunya, Hengki Haryadi menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

 

Sementara posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki akan diisi oleh Brigjen Pol. Simson Zet Ringu.

 

Hengki sendiri tercatat menjalankan tugas sebagai Wakapolda Riau selama kurang lebih delapan bulan sejak Januari 2026. Kini, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 tersebut mendapat kepercayaan lebih besar untuk memimpin institusi kepolisian di provinsi termuda Indonesia.

 

Agenda serah terima jabatan Kapolda Papua Barat Daya dijadwalkan berlangsung pada 2 September 2026 di Mabes Polri.

 

“Polisi Penangkap Hercules”

 

Nama Brigjen Pol. Hengki Haryadi bukanlah sosok asing dalam dunia reserse Indonesia.

 

Perwira yang memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan kasus kriminalitas ini dikenal sebagai polisi lapangan dengan pengalaman menghadapi berbagai perkara besar, termasuk kejahatan kekerasan, kelompok premanisme, hingga sindikat kriminal terorganisir.

 

Salah satu julukan yang melekat pada dirinya adalah “Polisi Penangkap Hercules.”

 

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Hengki tercatat dua kali memimpin proses penindakan terhadap tokoh premanisme Rosario de Marshal alias Hercules.

 

Pada tahun 2013, ketika menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Hengki terlibat dalam penanganan kasus yang menyeret Hercules terkait dugaan pemerasan dan kekerasan terhadap warga di kawasan Kebon Jeruk.

 

Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Hengki kembali menangani kasus Hercules saat menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Kala itu, Hercules kembali berhadapan dengan hukum dalam perkara dugaan intimidasi, penyebaran ancaman, hingga persoalan penguasaan lahan secara ilegal di kawasan Kalideres.

 

Dua momentum tersebut membuat nama Hengki semakin dikenal publik sebagai salah satu perwira reserse yang kerap berada di garis depan penanganan kasus-kasus berisiko tinggi.

 

Rekam Jejak Bongkar Kasus Kakap

 

Pengalaman Hengki Haryadi tidak hanya berkutat pada penanganan kelompok preman.

 

Sepanjang perjalanan kariernya di fungsi reserse, termasuk ketika dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, berbagai kasus besar pernah berada dalam penanganannya.

 

Mulai dari penindakan terhadap kelompok kriminal John Kei, pengungkapan kasus pembunuhan berantai Wowon Cs, hingga kasus sindikat perdagangan organ yang memiliki jaringan lintas wilayah dan internasional.

 

Rekam jejak tersebut memperlihatkan karakter Hengki sebagai perwira reserse yang terbiasa menangani perkara kompleks dengan tingkat perhatian publik yang tinggi.

 

Kini, tantangan baru menanti.

 

Papua Barat Daya memiliki dinamika keamanan, sosial, geografis, serta karakteristik masyarakat yang berbeda dengan wilayah-wilayah penugasan Hengki sebelumnya.

 

Kepercayaan Kapolri menempatkan Hengki sebagai Kapolda Papua Barat Daya pun menjadi babak baru perjalanan karier seorang perwira yang selama ini lebih dikenal publik melalui berbagai operasi dan pengungkapan kasus kriminal besar.

 

Dari memburu pelaku kejahatan di jalanan Jakarta hingga memimpin jajaran kepolisian di provinsi termuda Indonesia, Brigjen Pol. Hengki Haryadi kini memasuki panggung penugasan yang lebih besar.

 

Mutasi ini bukan sekadar perpindahan jabatan. Bagi Hengki Haryadi, jabatan Kapolda Papua Barat Daya menjadi penanda naiknya level tanggung jawab: dari orang nomor dua menjadi komandan tertinggi kepolisian di sebuah wilayah.

 

Publik kini menunggu langkah dan warna kepemimpinan “Polisi Penangkap Hercules” tersebut dalam menjaga keamanan dan membangun kepercayaan masyarakat di Papua Barat Daya.

Berita Terkait

Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat
Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot
Bendera Merah Putih Resmi Berkibar di Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Argentina
IMF Bereaksi Keras Soal Pernyataan Hotman Paris: Wartawan Bukan Profesi Kelas Dua, Pers Pilar Demokrasi
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Bangun Tata Kelola Hukum Berkeadilan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:37

Dari Riau ke Papua Barat Daya, Brigjen Hengki Haryadi Naik Kelas Jadi Kapolda: Rekam Jejak “Penangkap Hercules” Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:27

Bank Mandiri Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:22

Rekening Donasi Demo Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri, Netizen Serukan Boikot

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:02

Bendera Merah Putih Resmi Berkibar di Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02

Sekjen PWDPI Desak APH Segera Bongkar Dugaan Penjualan Obat Golongan G di Jabodetabek

Berita Terbaru