BONE, Rilis Publik — Praktik dugaan penyalahgunaan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi kembali dikeluhkan masyarakat. Kali ini, SPBU Cabalu (No. 73.927.18) yang berlokasi di Kelurahan Polewali, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, disinyalir rutin melakukan aktivitas pelangsiran untuk para pengepul setiap harinya.
Akibat dugaan praktik tersebut, stok Solar bersubsidi di lokasi kerap habis dalam waktu singkat. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat umum, sopir angkutan, hingga para petani setempat yang kesulitan mendapatkan Solar untuk operasional kendaraan dan alat mesin pertanian mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah jeriken dan armada pelangsir tampak mengantre di area dispenser pengisian, memicu keluhan dari pengguna jalan lain yang membutuhkan BBM bersubsidi.
Salah seorang warga setempat yang juga menggantungkan usahanya pada sektor pertanian mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang terus berulang ini.
“Hampir setiap hari ada saja aktivitas pelangsiran Solar di SPBU Cabalu ini untuk para pengepul. Kami yang benar-benar petani dan butuh Solar buat mesin traktor atau mobil angkutan malah sering tidak kebagian karena Solar sudah keburu habis. Harusnya Pertamina dan aparat penegak hukum segera turun tangan menindak tegas permainan ini,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.
Masyarakat berharap pihak Pertamina Patra Niaga bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Bone segera melakukan tindakan tegas serta pengawasan ketat terhadap manajemen SPBU 73.927.18 Cabalu, agar alokasi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum pengepul demi keuntungan pribadi.
(Red)











