Edukasi Pengelolaan Minyak Jelantah, Mahasiswa KKN Kelompok 16 Universitas Bojonegoro Latih Warga Membuat Lilin Aromaterapi

Rabu, 29 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Rilis Publik – Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro mengadakan kegiatan tahlilan rutin sekaligus sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Posko Putri KKN Kelompok 16, Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/07/2026) pukul 18.30 WIB hingga selesai.

 

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kelompok tahlilan dan anggota PKK sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga.

 

Kegiatan diawali dengan acara tahlil bersama yang dipimpin oleh ibu ketua tahlilan, setelah rangkaian tahlilan selesai, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan memberikan sosialisasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta mengajak masyarakat memanfaatkannya menjadi lilin aromaterapi yang lebih bermanfaat.

Pada sesi sosialisasi, mahasiswa menjelaskan bahwa minyak jelantah yang digunakan berulang kali tidak baik untuk kesehatan. Selain itu, apabila dibuang langsung ke saluran air atau tanah, minyak jelantah dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, minyak jelantah dapat diolah kembali menjadi lilin aromaterapi sebagai salah satu cara sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga.

 

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Bahan yang digunakan meliputi minyak jelantah yang telah disaring, asam stearat, pewarna, essential oil, gelas lilin sebagai wadah cetakan, dan sumbu. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses pencampuran bahan hingga lilin siap untuk dicetak.

 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Ibu-ibu yang hadir aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai cara pengolahan minyak jelantah yang aman dan mudah dilakukan di rumah. Mereka juga menyambut baik inovasi tersebut karena memanfaatkan bahan yang selama ini sering dianggap sebagai limbah.

 

Mahasiswa KKN Kelompok 16 berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan. Dengan cara pengolahan yang tepat, limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali sehingga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan bahkan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

 

Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

 

 

Diharapkan pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga minyak jelantah tidak lagi dianggap sebagai limbah, melainkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. (Red)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta
64 Klub Siap Bertarung, ORADO Bojonegoro Matangkan Piala Panglima TNI 2026
Proyek P3-TGAI pao 1 dan Pao 2 di Desa Ajang Pulu Bone Diduga Bermasalah, Pekerjaan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:52

Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Jumat, 25 September 2026 - 07:19

Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya

Berita Terbaru