Liwa (Rilis Publik) – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengimbau masyarakat untuk menjaga keaslian dan keberadaban Seni Budaya Sekura dengan menghindari tindakan anarkis serta perilaku yang menciderai tradisi tersebut.
“Saya meminta agar tidak ada yang merusak keindahan budaya kita yang sudah mendunia ini. Jangan mengenakan pakaian yang kurang sopan, meminta-minta di jalan, apalagi bertindak anarkis. Sekura adalah bagian dari identitas kita, bukan ajang untuk membawa senjata tajam atau melakukan hal negatif,” ujar Parosil Mabsus, saat menghadiri pesta sekura di Pekon (Desa) Way Empulau Ulu, Rabu (2/4).
Parosil juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya Pesta Sekura Cakak Buah yang rutin digelar setiap awal Syawal, tepat setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Sekura adalah tradisi unik yang hanya ada di Lampung Barat. Tidak semua daerah memiliki budaya seperti ini. Mari kita banggakan dan lestarikan agar tetap beradab dan sarat nilai luhur,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga marwah Pesta Sekura agar tetap bernilai positif dan tidak menimbulkan kesan negatif. Menurutnya, secara filosofi, Sekura mengajarkan tentang gotong royong dan kebersamaan—nilai-nilai fundamental dalam membangun Lampung Barat yang lebih baik.
Selain itu, Parosil juga mengapresiasi seluruh panitia pelaksana Pesta Sekura Cakak Buah yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara. Mari kita terus menjaga dan menghormati adat serta budaya Lampung Barat di setiap kegiatan yang kita laksanakan,” pungkasnya.









