BOJONEGORO, Rilis Publik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggandeng Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro untuk menyelenggarakan sosialisasi sistem recording atau pencatatan data ternak dalam Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (3/8/2026) pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh keluarga penerima manfaat (KPM) Program Gayatri sebagai upaya meningkatkan kemampuan peternak dalam mengelola usaha ayam petelur secara lebih terarah.
Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa Klempun, Bapak Suyatno, penanggung jawab Program Gayatri Desa Klempun, Bapak Ainul Yaqin, perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, serta mahasiswa KKN Kelompok 16 Unigoro. Sebanyak 18 warga penerima manfaat Program Gayatri turut mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Bapak Ainul Yaqin, kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Klempun, Bapak Suyatno, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bapak Suyatno berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh penerima Program Gayatri, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengelola usaha peternakan ayam petelur. “Kami berharap ilmu yang diperoleh pada kegiatan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung keberhasilan Program Gayatri dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Desa Klempun,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Priyus Eka selaku pegawai Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Ia menjelaskan bahwa sistem recording merupakan bagian penting dalam manajemen pemeliharaan ayam petelur karena berfungsi sebagai dasar evaluasi performa ternak, efisiensi penggunaan pakan, serta dokumentasi riwayat kesehatan ayam. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pilar utama data yang perlu dicatat, meliputi jumlah populasi dan deplesi ayam, konsumsi pakan, serta produksi telur harian. Sebagai pelengkap, pemateri menjelaskan pentingnya pencatatan data penunjang, seperti bobot badan ayam dan indikator lainnya, serta memberikan contoh tabel recording yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Menurut Priyus Eka, pencatatan yang dilakukan secara rutin akan membantu peternak mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan sekaligus mempermudah proses evaluasi apabila terjadi penurunan produksi maupun gangguan kesehatan ternak. “Recording bukan sekadar mencatat data, tetapi menjadi dasar dalam mengambil keputusan pemeliharaan. Melalui data yang tersusun dengan baik, peternak dapat mengevaluasi hasil produksi, penggunaan pakan, hingga kondisi kesehatan ayam secara lebih tepat,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kendala yang dihadapi selama memelihara ayam petelur, mulai dari pengelolaan pakan hingga penerapan sistem pencatatan. Seluruh pertanyaan dijawab oleh pemateri sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan ternak yang baik.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro berharap penerima Program Gayatri semakin memahami pentingnya penerapan sistem recording dalam usaha peternakan ayam petelur. Pencatatan yang dilakukan secara tertib diharapkan mampu mendukung keberlanjutan Program Gayatri, meningkatkan produktivitas ternak, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi keluarga penerima manfaat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, perangkat desa, mahasiswa KKN, dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penutup rangkaian acara.











