Bojonegoro//Rilispublik – Komitmen membangun kemandirian ekonomi desa melalui penguatan sektor usaha mikro terus diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 21. Melalui Pelatihan Diversifikasi dan Pengemasan Produk UMKM yang digelar di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (25/7/2026), mahasiswa menghadirkan inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal sebagai strategi meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM di tingkat desa.
Mengusung tema “Kreatif Mengolah, Mandiri Berkarya, Siap Bersaing”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya produk-produk unggulan yang memiliki kualitas, daya saing, dan peluang pasar yang lebih luas. Peserta memperoleh pelatihan mengenai pembuatan donat waluh, nasi jagung instan, serta kerupuk kedelai yang dikembangkan dari komoditas lokal Desa Kalirejo.
Program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 pada pekan kedua pelaksanaan pengabdian masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan produksi, pelatihan juga membekali peserta mengenai pentingnya inovasi produk, pengemasan yang menarik, serta peningkatan nilai ekonomi melalui diversifikasi hasil pertanian.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-TK UNIGORO Kelompok 21, M. Yusuf Dawud, S.P., M.Agr., memberikan apresiasi terhadap implementasi program yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pemberdayaan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN Desa Kalirejo Kelompok 21. Pada minggu kedua ini telah menjalankan berbagai program, salah satunya pemberdayaan UMKM yang bertujuan memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Semoga masyarakat Kalirejo semakin semangat berwirausaha dan mampu menghadirkan produk-produk baru yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” tuturnya.
Kepala Desa Kalirejo, Sri Untari, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, pelatihan semacam ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan pelaku usaha mengenai pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan pasar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bojonegoro, khususnya mahasiswa KKN Kelompok 21. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, mendorong peningkatan ekonomi desa, sekaligus memperkuat kemampuan pelaku UMKM untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ketua Kelompok UMKM Desa Kalirejo, Kristianingsih, menjelaskan bahwa seluruh materi pelatihan disusun berdasarkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami memilih pelatihan pembuatan donat waluh, nasi jagung instan, dan kerupuk kedelai karena bahan bakunya tersedia di Desa Kalirejo. Harapannya, masyarakat dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas peluang usaha,” jelasnya.
Respons positif juga datang dari peserta pelatihan. Salah seorang peserta, Nuryatiningsih, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain belajar membuat produk baru, kami juga mendapat motivasi untuk terus berinovasi. Produk nasi jagung instan yang dipraktikkan hari ini memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi menjadi produk unggulan desa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak nyata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan optimalisasi potensi lokal. Diversifikasi produk pangan berbasis komoditas desa diharapkan mampu menjadi fondasi lahirnya UMKM yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing sehingga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi Desa Kalirejo secara berkelanjutan.
[Ghozali]











