BOJONEGORO //Rilis Publik – Fenomena penanaman pohon pisang di tengah jalan rusak kembali terjadi dan menjadi simbol kekecewaan masyarakat desa terhadap lambannya penanganan infrastruktur oleh pemerintah daerah. Seperti terlihat di wilayah Kabupaten Bojonegoro, warga secara swadaya menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan.
Aksi tersebut mencerminkan luapan emosi ,keresahan dan protes masyarakat bawah yang selama ini merasakan dampak langsung dari buruknya akses jalan. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, hingga akses ekonomi antar desa.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kabupaten Bojonegoro Anis Musthofa menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan respons tegas. FPG menilai aksi tanam pohon pisang merupakan alarm protes keras yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah daerah.
“Ini adalah bentuk kemarahan dan kekecewaan masyarakat karena jalan desa mereka belum juga terjamah pembangunan. Fraksi Golkar pada prinsipnya akan membantu dan mendukung masyarakat agar segera ada perbaikan jalan oleh pemerintah daerah,” tegas ketua FPG.
FPG juga mendesak agar pemerintah daerah segera merespons cepat kondisi tersebut. Menurut Fraksi Golkar, jalan merupakan kebutuhan vital masyarakat yang berperan penting dalam melancarkan arus transportasi antar desa.
“Jalan yang layak adalah urat nadi perekonomian. Jika akses jalan mulus, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan berjalan lancar. Dengan demikian, ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan menjadi salah satu cara memutus rantai kemiskinan,” lanjutnya.
Fraksi Golkar menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah daerah agar segera melakukan tindakan nyata (action), bukan sekadar wacana. FPG juga meminta agar aspirasi masyarakat desa didengar dan dijadikan prioritas dalam perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan.
“Kami akan terus mengawal dan mendorong pemerintah daerah agar segera turun tangan. Masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban dari buruknya infrastruktur,” pungkas Anis Musthofa.
Fenomena tanam pisang di jalan rusak ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini masih tertinggal dari sisi infrastruktur.
[Ghozali]









