BOJONEGORO –RilisPublik | Muaythai Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kapasitasnya di level nasional. Turun dengan enam atlet pada ajang Indonesia Muaythai Championship, kontingen Bojonegoro berhasil mengamankan lima medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembinaan atlet Muaythai di Kabupaten Bojonegoro.
Prestasi paling menonjol datang dari Haura Taha Awalya yang sukses merebut medali emas kelas U-14 42 kilogram. Haura tampil impresif hingga partai final dan berhasil mengalahkan Aqsa Keyanna Nezar dari Jawa Barat. Kemenangan tersebut sekaligus menempatkan atlet muda Bojonegoro di podium tertinggi dalam persaingan antaratlet dari berbagai daerah.
Selain Haura, M. Dodi Oktadiansyah menyumbangkan medali perak pada kelas U-24 51 kilogram. Medali perak lainnya diraih Dava Daniel Alam di kelas U-18 71 kilogram.
Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing dipersembahkan Devira Fahrezia Putri pada kelas U-24 63,5 kilogram dan Dava Daniel Alam pada kelas U-24 74 kilogram.
Dengan demikian, lima medali tersebut berhasil dikumpulkan dari enam atlet yang diberangkatkan.Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa efektivitas pembinaan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah atlet yang dikirim, tetapi juga oleh kesiapan teknik, fisik, mental, serta strategi bertanding yang dipersiapkan sebelum kompetisi.
Keberhasilan Haura menjadi juara juga memiliki arti penting bagi regenerasi atlet Muaythai Bojonegoro. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa atlet usia muda memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi apabila mendapatkan pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan.
Di tingkat provinsi, Jawa Timur berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 88 medali. Capaian tersebut memperlihatkan kekuatan pembinaan Muaythai Jawa Timur sekaligus menjadi tantangan positif bagi daerah-daerah di dalamnya, termasuk Bojonegoro, untuk terus meningkatkan kualitas atlet dan sistem pembinaannya.
Bagi kontingen Bojonegoro, raihan lima medali bukan sekadar angka dalam daftar perolehan medali. Hasil tersebut menjadi evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat program pembinaan, meningkatkan kualitas latihan, serta mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Prestasi Haura, Dodi, Dava, dan Devira juga diharapkan mampu memberikan efek berantai bagi perkembangan olahraga Muaythai di Bojonegoro. Semakin banyak atlet muda yang mendapatkan pengalaman kompetitif, semakin besar pula peluang daerah melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro di tingkat regional maupun nasional.
[Red]











