Mahasiswa KKN Kelompok 16 Unigoro Edukasi Gapoktan Desa Klempun melalui Sosialisasi dan Demonstrasi Hidroponik

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Rilis Publik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi hidroponik sebagai upaya memperkenalkan metode budidaya tanaman yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 19.30 WIB hingga selesai di Balai Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dengan dihadiri oleh perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Klempun.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro, Yulva Armadhani. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sosialisasi dan demonstrasi hidroponik merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui penerapan teknologi budidaya yang sederhana, efisien, dan mudah diterapkan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan anggota Gapoktan mengenai hidroponik, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk menerapkan budidaya tanaman secara mandiri. Meskipun menggunakan lahan yang terbatas, hidroponik memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi alternatif pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Yulva Armadhani.

Memasuki sesi inti, mahasiswa memaparkan materi mengenai hidroponik sistem wick atau sistem sumbu, yaitu metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan air yang telah dicampur larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa sistem ini bekerja secara pasif melalui sumbu yang menyalurkan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman. Selain mudah diterapkan oleh pemula, hidroponik memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya penggunaan air dan nutrisi yang lebih efisien, hasil panen yang lebih bersih, serta perawatan yang relatif sederhana. Di samping itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai media tanam yang dapat digunakan, seperti rockwool, sabut kelapa, sekam bakar, dan gambut.

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi tahapan budidaya hidroponik sistem wick. Mahasiswa memperagakan proses penyemaian benih menggunakan rockwool, pembuatan larutan nutrisi AB Mix, pemindahan bibit ke instalasi hidroponik setelah memiliki beberapa helai daun, hingga cara melakukan perawatan berkala melalui pengecekan volume air, konsentrasi nutrisi, dan kondisi tanaman agar pertumbuhannya tetap optimal.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penerapan hidroponik di lingkungan rumah maupun lahan pertanian, pemilihan media tanam, serta teknik perawatan tanaman. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan secara langsung disertai contoh penerapan sederhana sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan hidroponik di Desa Klempun, mahasiswa KKN Kelompok 16 menyerahkan sampel instalasi hidroponik kepada perwakilan Gapoktan. Penyerahan tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai mencoba membudidayakan tanaman menggunakan metode hidroponik secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro berharap sosialisasi dan demonstrasi hidroponik dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota Gapoktan dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih efektif. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta Gapoktan dan mahasiswa KKN sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penutup rangkaian acara.

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta
64 Klub Siap Bertarung, ORADO Bojonegoro Matangkan Piala Panglima TNI 2026
Proyek P3-TGAI pao 1 dan Pao 2 di Desa Ajang Pulu Bone Diduga Bermasalah, Pekerjaan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:52

Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Jumat, 25 September 2026 - 07:19

Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya

Berita Terbaru