BOJONEGORO, Rilis Publik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 08 turut berpartisipasi dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi (Manganan) di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang berlangsung bersama pemerintah desa dan masyarakat tersebut menjadi wujud nyata pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu diikuti oleh Kepala Desa, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Kehadiran mahasiswa KKN-TK UNIGORO tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga mendukung dokumentasi dan publikasi kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya dari Balai Desa Sumberbendo menuju sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat. Warga mengenakan pakaian adat, membawa hasil bumi, tumpeng, dan berbagai hasil panen sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki serta harapan agar musim tanam berikutnya memperoleh keberkahan.
Perjalanan kirab dilanjutkan menuju Tugu Pagar Nusa, melintasi area persawahan, menyeberangi sungai, hingga tiba di Watu Gilang. Selanjutnya rombongan mengunjungi Sendang Lanang dan Sendang Wedok yang selama ini dipercaya masyarakat sebagai sumber mata air bersejarah dan memiliki makna penting dalam kehidupan warga Desa Sumberbendo.
Setelah kirab selesai, seluruh peserta berkumpul di kawasan Watu Gilang sebagai puncak pelaksanaan Sedekah Bumi. Acara diisi dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, serta hasil panen yang lebih baik pada musim mendatang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang menjadi simbol persatuan, kekeluargaan, dan keharmonisan masyarakat.
Selain dipusatkan di lokasi utama, tradisi Sedekah Bumi juga digelar di Dusun Sumurlo. Ratusan warga memadati pendopo dusun dengan membawa tumpeng dan hasil bumi untuk didoakan bersama sebelum menikmati hidangan secara bergotong royong.Kegiatan turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Bagi masyarakat Desa Sumberbendo, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum mempererat hubungan sosial sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai warisan leluhur. Melalui tradisi tersebut, masyarakat diajak untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas desa di tengah perkembangan zaman.
Perwakilan Tim Jurnalistik KKN-TK Universitas Bojonegoro menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan budaya menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“Tradisi Sedekah Bumi mengajarkan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu ikut mendokumentasikan sekaligus mengenalkan budaya lokal agar tetap lestari dan dikenal generasi muda,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Sedekah Bumi, Pemerintah Desa Sumberbendo bersama masyarakat berharap tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini tetap terjaga sebagai identitas budaya desa, memperkuat persatuan warga, serta menjadi daya tarik budaya yang mampu memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
(Ghozali]











