BOJONEGORO//Rilispublik | Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas Bojonegoro (Unigoro) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Bojonegoro. Melalui Program Sahabat Kebaikan Ekspres 2026 BSI Maslahat, sebanyak 60 mahasiswa Unigoro akan menerima beasiswa yang bersumber dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Program tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Unigoro dan BSI sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan. Penyerahan plakat program dilakukan secara simbolis pada Rabu (29/7/2026) oleh Branch Manager BSI KC Bojonegoro, Chrisna Ariwijaya, di lingkungan Universitas Bojonegoro.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., Wakil Rektor II Unigoro H. Moehadi, SE., MM., serta Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Unigoro, Kadar Cahyo A., A.Md.T.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kepedulian BSI terhadap dunia pendidikan melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa Unigoro. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi mahasiswa, tetapi juga menjadi motivasi agar terus meningkatkan prestasi akademik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Bojonegoro. Beasiswa ini sangat berarti dalam membantu meringankan beban perekonomian keluarga mahasiswa. Semoga menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Branch Manager BSI KC Bojonegoro, Chrisna Ariwijaya, berharap sinergi yang telah terjalin bersama Universitas Bojonegoro dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan mahasiswa.
Ia menilai potensi mahasiswa Unigoro tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan kewirausahaan. Karena itu, BSI membuka peluang kerja sama pada skema pembinaan maupun pendanaan bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang entrepreneurship.
“Ke depan kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada program beasiswa saja. Kami ingin menghadirkan skema lain, seperti pendanaan atau pembinaan bagi mahasiswa yang memiliki passion di bidang entrepreneurship. Apalagi Unigoro telah mengembangkan tugas akhir berbasis scriptpreneur, sehingga potensi tersebut sangat layak untuk didukung,” ujar Chrisna.
Melalui kolaborasi tersebut, Unigoro dan BSI berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin inklusif, mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
[Red]











