Bojonegoro –Rilispublik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 21 memadukan edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan senam pagi bersama yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan hantaran di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/7/2026). Sekitar 100 warga, yang didominasi ibu-ibu PKK, mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.
Program ini dirancang sebagai upaya membangun masyarakat yang sehat, kreatif, dan produktif.
Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KKN-TK UNIGORO tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi keluarga.
Kegiatan diawali dengan senam pagi yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ratusan peserta tampak mengikuti setiap gerakan instruktur dengan semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Setelah sesi olahraga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan hantaran yang dipandu oleh mahasiswa KKN-TK Kelompok 21.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik memilih bahan, menyusun komposisi hantaran, hingga praktik membuat berbagai model hantaran yang menarik, bernilai estetika, dan memiliki daya saing sebagai produk jasa kreatif.
Salah seorang peserta, Bu Emmi, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda, baik bagi kesehatan maupun kehidupan sosial masyarakat.
“Senam pagi membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Selain itu, kami juga bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan warga lain sebelum mengikuti pelatihan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan manfaat sekaligus menambah kekompakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 21, Bias Andansari, menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan hantaran merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Harapannya, pelatihan ini mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, meningkatkan jiwa kewirausahaan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga melalui usaha yang berkelanjutan,” kata Bias.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dibangun melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan KKN-TK Kelompok 21 dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan desa. Dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, penguatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kalirejo semakin siap menghadapi tantangan pembangunan berbasis potensi lokal menuju desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
(Ghozali]











