Senam Pagi Satukan Warga, KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 Dorong Pemberdayaan Ekonomi melalui Pelatihan Hantaran di Kalirejo

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro –Rilispublik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 21 memadukan edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan senam pagi bersama yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan hantaran di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/7/2026). Sekitar 100 warga, yang didominasi ibu-ibu PKK, mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.

Program ini dirancang sebagai upaya membangun masyarakat yang sehat, kreatif, dan produktif.
Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa KKN-TK UNIGORO tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi keluarga.

Kegiatan diawali dengan senam pagi yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ratusan peserta tampak mengikuti setiap gerakan instruktur dengan semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Setelah sesi olahraga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan hantaran yang dipandu oleh mahasiswa KKN-TK Kelompok 21.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik memilih bahan, menyusun komposisi hantaran, hingga praktik membuat berbagai model hantaran yang menarik, bernilai estetika, dan memiliki daya saing sebagai produk jasa kreatif.
Salah seorang peserta, Bu Emmi, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda, baik bagi kesehatan maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Senam pagi membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Selain itu, kami juga bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan warga lain sebelum mengikuti pelatihan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan manfaat sekaligus menambah kekompakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 21, Bias Andansari, menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan hantaran merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Harapannya, pelatihan ini mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, meningkatkan jiwa kewirausahaan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga melalui usaha yang berkelanjutan,” kata Bias.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dibangun melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan KKN-TK Kelompok 21 dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan desa. Dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, penguatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kalirejo semakin siap menghadapi tantangan pembangunan berbasis potensi lokal menuju desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

(Ghozali]

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta
64 Klub Siap Bertarung, ORADO Bojonegoro Matangkan Piala Panglima TNI 2026
Proyek P3-TGAI pao 1 dan Pao 2 di Desa Ajang Pulu Bone Diduga Bermasalah, Pekerjaan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 17:52

Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Jumat, 25 September 2026 - 07:19

Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya

Berita Terbaru