Standar K3 Diabaikan, Pembangunan Sport Centre DPR Bojonegoro Berisiko.

- Editor

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro, RilisPublik. – Aktivitas pembangunan Sport Centre di area Gedung DPRD Bojonegoro menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah pekerja yang melakukan pekerjaan di ketinggian tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kamis, 30/10/2025

Dari hasil pemantauan lapangan pada Kamis pagi, beberapa pekerja terlihat melakukan aktivitas di bagian atas bangunan setinggi sekitar tujuh meter tanpa rompi keselamatan, helm, maupun sabuk pengaman. Kondisi ini dinilai sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja fatal.

Pembangunan Sport Centre tersebut diketahui tengah dikebut untuk mendukung fasilitas olahraga bagi masyarakat Bojonegoro. Namun demikian, penerapan standar K3 tampak belum menjadi perhatian utama di lokasi proyek.

Menanggapi hal ini, R. Herjuna, Praktisi K3 dari LSP Kompetensi Keselamatan Kerja (LSP K3), memberikan penilaian dan rekomendasi profesional terhadap kondisi tersebut.

“Setiap pekerjaan di ketinggian di atas dua meter wajib menerapkan prosedur Working at Height sesuai standar K3. Artinya, pekerja harus dilengkapi dengan full body harness, tali pengaman, helm, dan rompi reflektif. Jika tidak, risiko jatuh dari ketinggian bisa berakibat fatal,” jelas R. Herjuna.

“Kami merekomendasikan agar pihak pelaksana proyek segera melakukan evaluasi penerapan sistem K3, serta menugaskan petugas pengawas K3 di lokasi untuk memastikan standar keselamatan dijalankan dengan benar,” tambahnya.

R. Herjuna menegaskan bahwa penerapan K3 bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga tanggung jawab moral dan hukum bagi setiap pelaku usaha dan kontraktor. Pengawasan dan pelatihan rutin bagi tenaga kerja di lapangan sangat penting untuk mencegah potensi kecelakaan kerja, terutama di sektor konstruksi yang berisiko tinggi.

Dengan adanya temuan ini, diharapkan pihak terkait dapat segera mengambil langkah perbaikan dan memastikan seluruh kegiatan pembangunan di lingkungan pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.

[Red]

Berita Terkait

Ikuti Gerakan Tanam Serentak, Kapolsek Rambang Hadiri Penanaman Padi di Lahan CSR Sukarame
Sentuhan Kuning di Bumi Kedungadem,Kader Golkar Hadirkan Solusi Tani Mandiri, Bibit dan Pupuk Bisa Dibayar Pasca-Panen
Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga
Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun
Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal
Bupati Egi Sambut Positif Pelaksanaan Rembuk Tani
Bupati Tubaba Novriwan Jaya Dorong Kesadaran Keamanan Pangan
STOP PERS | Reza Larasona – Kabiro OKU Timur

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:34 WIB

Ikuti Gerakan Tanam Serentak, Kapolsek Rambang Hadiri Penanaman Padi di Lahan CSR Sukarame

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:52 WIB

Sentuhan Kuning di Bumi Kedungadem,Kader Golkar Hadirkan Solusi Tani Mandiri, Bibit dan Pupuk Bisa Dibayar Pasca-Panen

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:37 WIB

Ungkap Kasus Pencurian Betah Karet, Polsek Rambang Amankan Pelaku Setelah Dikepung Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dugaan Pencurian Arus Listrik Puluhan Rumah di Way Kanan Selama 2 Tahun

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:38 WIB

Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal

Berita Terbaru

Sumsel

KPK OTT Bupati Muara Enim Edison

Senin, 8 Jun 2026 - 18:57 WIB