BOJONEGORO –Rilispublik | Hall Suyitno Universitas Bojonegoro mendadak berubah menjadi ruang adu kreativitas dan inovasi anak muda, Senin (11/5/2026). Puluhan pelajar SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Jawa Timur tampil percaya diri mempresentasikan ide bisnis futuristik mereka dalam ajang Business Model Canvas (BMC) Unigoro Competition 2026. Kompetisi ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa dunia usaha dan teknologi kini bukan lagi milik kalangan profesional semata.
Beragam inovasi berbasis teknologi, pangan kreatif, hingga solusi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) sukses mencuri perhatian dewan juri dan pengunjung. Mulai dari aplikasi 3D Modelling berbasis AI, platform pembelajaran adaptif, hingga inovasi telur asin berbahan telur ayam program Gayatri, seluruh peserta menghadirkan konsep bisnis yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat modern sekaligus dekat dengan karakter generasi Z yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan digital.
Pada sesi awal kompetisi, dewan juri bersama pejabat struktural Unigoro berkeliling mengunjungi booth peserta untuk melihat langsung proses presentasi produk dan model bisnis yang dipamerkan. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Nathanael Felix Handoko dari SMK Telkom Malang melalui inovasi aplikasi berbasis AI bernama PodroCraft. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pelajar maupun kreator pemula dalam mendalami dunia 3D Modelling secara lebih praktis dan interaktif.
“Platform ini ditujukan bagi pelajar dan creator 3D Modeller yang ingin berkecimpung lebih dalam di bidang desain digital,” jelas Nathanael saat mempresentasikan produknya.
Inovasi lain datang dari M. Ghabriel Febriansyah dari SRMA 36 Bojonegoro yang memperkenalkan produk Arum Gayatri. Produk tersebut merupakan telur ayam asin aneka rasa hasil pengembangan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Menurutnya, inovasi ini hadir sebagai alternatif baru di tengah dominasi telur asin berbahan telur bebek.
“Kami mencoba menciptakan inovasi telur asin dari telur ayam program Gayatri agar memiliki nilai tambah sekaligus daya simpan lebih lama,” terangnya.
Dosen Prodi Manajemen Ritel Unigoro sekaligus praktisi digital marketing, M. Rizqi Agustino, M.B.A., menilai para peserta memiliki kemampuan membaca peluang usaha yang sangat baik. Menurutnya, konsep Business Model Canvas mendorong peserta untuk mampu memetakan persoalan di masyarakat lalu menghadirkan solusi yang bernilai ekonomi.
“Peserta dituntut menemukan masalah di masyarakat, kemudian menawarkan solusi yang diwujudkan menjadi inovasi produk dan divisualisasikan dalam model bisnis BMC,” paparnya.
Rektor Universitas Bojonegoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., mengapresiasi antusiasme peserta yang telah menyemarakkan rangkaian kegiatan Rektor Unigoro Cup 2026.Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., yang menegaskan komitmen Unigoro dalam mendukung ruang prestasi bagi pelajar melalui berbagai kompetisi akademik dan kewirausahaan.
Dalam ajang tersebut, SMAN 1 Tuban berhasil meraih juara pertama melalui inovasi Brainbunny (Smart Personalized Learning), yakni platform pembelajaran adaptif berbasis AI dan competitive gamification untuk mendukung strategi akademik siswa Indonesia. Posisi juara kedua diraih SMK Telkom Malang melalui PodroCraft, sedangkan juara ketiga diraih SRMA 36 Bojonegoro lewat inovasi Arum Gayatri.
[Red]









