SURABAYA –Rilispublik | Suasana ruang pertemuan di Hotel Vasa Surabaya tampak dinamis dan penuh konsentrasi. Deretan anggota Fraksi Golkar DPRD Bojonegoro mengikuti setiap sesi Bimbingan Teknis (Bimtek) & Workshop dengan intensitas tinggi,mencatat, berdiskusi, hingga menguji gagasan. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk memperkuat kapasitas legislasi, pengawasan, dan penganggaran di tengah tuntutan dinamika kebijakan yang semakin kompleks.
Dalam forum yang berlangsung terstruktur tersebut, para legislator terlihat mengenakan seragam kuning khas Partai Golkar, menegaskan identitas sekaligus soliditas kader. Materi yang disajikan tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi langsung menyentuh isu-isu aktual daerah, mulai dari sinkronisasi regulasi pusat-daerah hingga strategi penguatan fungsi kontrol DPRD terhadap jalannya pemerintahan.
Ketua DPD Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi intelektual kader. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) legislator menjadi fondasi utama dalam memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Bimtek ini adalah instrumen strategis, bukan formalitas. Kami ingin setiap anggota Fraksi Golkar hadir dengan kapasitas analisis yang kuat, mampu membaca persoalan daerah secara komprehensif, serta menghasilkan solusi yang terukur,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan daerah ke depan menuntut kehadiran legislator yang tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan regulasi. Oleh karena itu, forum seperti ini menjadi ruang pembaruan pengetahuan sekaligus penguatan arah perjuangan politik yang berbasis kepentingan rakyat.
Di tengah padatnya agenda, suasana kebersamaan tetap terasa cair. Interaksi antaranggota fraksi menunjukkan kekompakan tim yang menjadi ciri khas kerja kolektif Partai Golkar. Salah satu peserta bahkan menyebut keseimbangan antara aktivitas serius dan kebersamaan sebagai energi penting dalam menjaga ritme kerja (“kadang bal-balan, kadang bimbingan”).
Menurut Ahmad Supriyanto, soliditas internal merupakan kunci dalam mengawal aspirasi konstituen secara efektif.
“Disiplin dalam belajar dan kekompakan dalam bergerak adalah ruh perjuangan kami. Dengan bekal ini, kami optimistis mampu menghadirkan kebijakan yang lebih berkualitas dan berintegritas di Bojonegoro,” pungkasnya.
Melalui Bimtek ini, Fraksi Golkar Bojonegoro diharapkan mampu mentransformasikan hasil kajian strategis menjadi langkah konkret di parlemen, sehingga fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran dapat berjalan lebih optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.
[Red]









