Wisuda Lisa Purnamasari, Anis Musthafa: Pendidikan Adalah Investasi Ilmu dan Keteladanan dalam Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN —Rilispublik | Momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda perjalanan intelektual, ketekunan, dan komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas diri. Semangat itulah yang mewarnai wisuda Lisa Purnamasari, istri Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro, Anis Musthafa, di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (10/10/2026).

Lisa mengikuti prosesi Wisuda XXIII Universitas Islam Lamongan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam “Sunan Giri” Lamongan. Agenda tersebut meluluskan 1166 mahasiswa dari jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana.

Bagi keluarga, pencapaian akademik Lisa menjadi momen yang patut disyukuri sekaligus pengingat bahwa pendidikan merupakan proses berkelanjutan. Gelar akademik tidak hanya merepresentasikan keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Anis Musthafa memandang keberhasilan istrinya menyelesaikan pendidikan sebagai pencapaian yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar memperoleh gelar. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membentuk karakter, memperluas wawasan, serta memperkuat kemampuan seseorang dalam menghadapi dinamika kehidupan.

“Saya memandang wisuda ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan buah dari proses, ketekunan, dan komitmen untuk terus belajar. Saya bersyukur dan bangga atas capaian istri saya. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat.”

Anis juga menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak berhenti ketika seseorang telah menyelesaikan studi. Sebaliknya, momentum wisuda perlu menjadi titik awal untuk mengamalkan pengetahuan, memperkuat integritas, dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Bagi saya, keberhasilan dalam pendidikan bukan hanya diukur dari gelar yang diraih, tetapi juga dari bagaimana ilmu itu diamalkan. Ilmu yang baik adalah ilmu yang mampu melahirkan kebijaksanaan, memperkuat karakter, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro, Anis juga memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kemajuan masyarakat, menurut perspektif tersebut, tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan kapasitas intelektual, moral, dan sosial.

Ia berharap pencapaian Lisa dapat menjadi motivasi untuk terus bertumbuh, mengembangkan potensi, serta berkontribusi positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, menjaga kerendahan hati, dan menjadikan setiap pencapaian sebagai jalan untuk berbuat lebih banyak bagi orang lain,” tuturnya.

Wisuda Lisa Purnamasari pada akhirnya menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata-mata tentang capaian personal. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses membangun kualitas diri, memperluas kebermanfaatan, dan menyiapkan kontribusi yang lebih besar bagi kehidupan sosial.

Bagi Anis Musthafa, gelar akademik adalah pencapaian yang patut disyukuri, tetapi pengamalan ilmu dan manfaatnya bagi sesama merupakan nilai yang harus terus dijaga.

(Red)

Berita Terkait

Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS
ISPU Muba Tembus 154, Disdikbud Keluarkan 8 Imbauan Lindungi Pelajar
Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir
Kecelakaan Maut di Tuban, Publik Pertanyakan Perkembangan Proses Hukumnya
Dana Bantuan P3A Bone Rp38 Miliar Diduga Diambil Paksa, Kelompok Tani Hanya Diberi Rp1 Juta

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:25

Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:50

ISPU Muba Tembus 154, Disdikbud Keluarkan 8 Imbauan Lindungi Pelajar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 13:44

60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 08:16

Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas

Berita Terbaru