Kepala Kampung Koar Koar di Medsos Faktanya Jalan Rusak Akibat Ulah Warganya Sendiri

- Editor

Selasa, 11 November 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seputih Mataram, Rilis Publik – Beredar unggahan di media sosial oleh oknum Kepala Kampung yang menyebut bahwa jalan ketahanan pangan di Kampung Rejosari Mataram hanya dikerjakan secara swadaya warga dengan modal seadanya, serta berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat maupun kementerian agar jalan penghubung antar kampung tersebut dapat diperbaiki.

Oknum Kepala Kampung bernama Harsono, melalui akun Facebook miliknya, dinilai hanya menciptakan kegaduhan. Sebab berdasarkan hasil pantauan tim media di lapangan, kerusakan jalan ketahanan pangan tersebut justru disebabkan oleh aktivitas penambangan pasir ilegal, yang dilakukan oleh sebagian warga kampung setempat.

Dari informasi yang dihimpun, kegiatan tambang pasir ilegal di wilayah Rejosari Mataram tidak hanya merusak jalan usaha tani dan jalan ketahanan pangan, namun juga merusak akses jalan menuju area pemakaman umum. Kegiatan tersebut bahkan menggunakan alat berat jenis excavator.

Saat tim media menuju lokasi, kondisi jalan diketahui hancur parah, bahkan terdapat truk pengangkut pasir yang amblas dan menghalangi jalur. Di lokasi, tim media bertemu dengan Sardi, warga Rejosari Mataram yang berperan sebagai pelaksana tambang pasir ilegal menggunakan alat berat milik Suhar.

Saat dikonfirmasi, Sardi menanggapi dengan nada tinggi:
“Gak usah masuk-masuk sini. Gak ada duwetnya. Ini proyekan semua. Kalau mau masuk, ke sana aja, pasiran yang sebelah sana.”

Dari hasil konfirmasi tersebut, jelas terlihat bahwa kerusakan jalan ketahanan pangan terjadi akibat aktivitas tambang pasir ilegal, khususnya armada truk pengangkut pasir yang melintas setiap hari.

Jika Harsono koar-koar di media sosial demi memperoleh bantuan pemerintah daerah atau kementerian, maka seharusnya kegiatan tambang pasir ilegal yang merusak fasilitas umum ini terlebih dahulu dihentikan.

Dengan kondisi ini, timbul pertanyaan: Apa tindakan yang akan diambil pihak terkait?
Dalam hal ini Polsek Seputih Mataram, Polres Lampung Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Setempat, dan Kejaksaan Negeri Gunung Sugih.

Bersambung…

(Redaksi)

Berita Terkait

Lampung Utara Mencekam! IRT Asal Ratu Abung Jadi Korban Begal Sadis, Tangan Dibacok dan Motor Raib
Ketua IMF Soroti Dugaan Alih Fungsi Tanah Register Kehutanan di Lampung Selatan, Dibangun Kampus hingga Minimarket
Bupati Lamsel Egi Resmikan Jalan Lubuk Dalam–Way Urang
SPPG Blambangan Lampura tak Benarkan Adanya Pungli, Nizami : Itu Perbuatan Kader
Polsek Abung Semuli Ungkap Kasus Curas, Pelaku Ditangkap di Lampung Tengah
Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Tiga Pria Diamankan di Abung Selatan
Pemkot Metro Sambut Kunjungan Survei KKDN Unhan RI
Perkuat Transparansi, Disdik Lampung Utara Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB 2026/2027

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:38 WIB

Lampung Utara Mencekam! IRT Asal Ratu Abung Jadi Korban Begal Sadis, Tangan Dibacok dan Motor Raib

Rabu, 22 April 2026 - 19:34 WIB

Ketua IMF Soroti Dugaan Alih Fungsi Tanah Register Kehutanan di Lampung Selatan, Dibangun Kampus hingga Minimarket

Rabu, 22 April 2026 - 19:02 WIB

SPPG Blambangan Lampura tak Benarkan Adanya Pungli, Nizami : Itu Perbuatan Kader

Rabu, 22 April 2026 - 11:55 WIB

Polsek Abung Semuli Ungkap Kasus Curas, Pelaku Ditangkap di Lampung Tengah

Rabu, 22 April 2026 - 10:55 WIB

Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Tiga Pria Diamankan di Abung Selatan

Berita Terbaru

Lampung Tengah

Warga Kumpulkan Dana hingga 100 Juta, Jalan Rusak Dibangun Swadaya

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:15 WIB

Bandarlampung

Pemkkot Bandarlampung Matangkan Persiapan Porprov 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:12 WIB