BOJONEGORO – Rilispublik | Komoditas cabai atau lombok kembali menjadi salah satu faktor dominan penyumbang inflasi daerah akibat fluktuasi harga yang cukup tinggi di pasaran. Kondisi tersebut mendorong berbagai kalangan untuk memperkuat langkah ketahanan pangan berbasis rumah tangga melalui optimalisasi lahan pekarangan masyarakat.
Ketua PK Partai Golkar Kasiman, Lisa Purnama Sari, yang juga merupakan pemilik kebun cabai di wilayah Kecamatan Kasiman, menilai bahwa gerakan penanaman cabai secara mandiri di tingkat desa dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Menurutnya, ketergantungan pasar terhadap pasokan dari luar daerah perlu dikurangi melalui penguatan produksi berbasis masyarakat.
Lisa menyampaikan, kenaikan harga cabai hampir selalu berdampak langsung terhadap laju inflasi karena tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut. Oleh sebab itu, langkah preventif perlu dilakukan sejak dini melalui gerakan tanam cabai di lingkungan rumah warga yang masih memiliki lahan kosong.
“Untuk ketahanan pangan dan juga menjaga inflasi, karena harga lombok sangat berpengaruh terhadap inflasi, saya berharap Pemerintah Kabupaten dapat menginstruksikan para kepala desa agar mendorong masyarakat menanam lombok di pekarangan rumah masing-masing yang masih memiliki lahan kosong,” ujar Lisa saat ditemui di area perkebunan cabai miliknya di Kecamatan Kasiman, Senin (11/5/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat apabila hasil panen melimpah. Selain itu, pola pertanian pekarangan dinilai lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi gejolak harga pangan.
Menurutnya, apabila gerakan tanam cabai dilakukan secara masif di tingkat desa, maka potensi pengendalian inflasi daerah akan lebih efektif karena ketersediaan pasokan dapat terjaga secara mandiri di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, sektor hortikultura berbasis pekarangan juga dinilai mampu memperkuat budaya kemandirian pangan masyarakat pedesaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan sektor pertanian rakyat.
[Red]









